
Saat bertemu dengan napimil, Ada momen menarik yang bisa dijadikan inspirasi. Brigjen Eka menyaksikan napimil memproduksi minyak goreng dari kelapa. Keterampilan yang dimiliki ini bisa ditularkan kepada masyarakat umum untuk memproduksi minyak goreng dari kelapa dan menjadi solusi alternatif menyikapi langka dan tingginya harga minyak goreng saat ini
Dailymakassar.id – SURABAYA. Tanggal 21 Januari lalu, Brigadir Jenderal TNI Eka Wijaya Permana menjabat Kepala Pusat Lembaga Pemasyarakatan Militer Badan Pembinaan Hukum TNI (Kapuslemasmil Babinkum). Setelah resmi menjabat, AKMIL lulusan tahun 1994 ini terus melakukan upaya konsolidasi melalui kunjungan kerja ke daerah-daerah.
Mantan Danpomdam XVI/Pattimura ini ingin mengetahui secara betul bagaimana kondisi obyektif sarana dan prasarana, satuan organik, serta pembinaan napimil di lingkup Lembaga Pemasyarakatan Militer (Lemasmil).
Setelah Brigjen Eka berkunjung ke Lemasmil IV Makassar beberapa waktu lalu, kali ini menuju Lemasmil III Surabaya di Wonoayu, Sidoarjo, Kamis kemarin (24/3).
Habis melaksanakan salat lohor bersama, Brigjen Eka memberikan pengarahan kepada seluruh organik Lemasmil III Surabaya dan berdialog bersama napimil.
Dalam pengarahannya, napimil adalah prajurit TNI aktif yang sedang menjalani pidana, masih terikat dengan aturan yang berlaku di lingkungan TNI. Mereka memiliki hak dan kewajiban sebagai prajurit TNI. Oleh karenanya, hak dan kewajiban mereka harus tetap diperhatikan.
“Jangan membedakan dan merendahkan martabat napimil sebagai prajurit TNI. Tetapi harus tetap dijaga mental dan moril agar tetap semangat dalam menjalani hukumannya dan siap kembali mengabdi kepada bangsa dan negara,” pesannya kepada seluruh organik Lemasmil.
Peran Lemasmil dalam proses pembinaan, selain memberikan pemahaman kesadaran hukum, juga pembinaan intelektual, akademis, dan keterampilan. Dalam hal keterampilan, napimil diberikan keterampilan berkarya non militer seperti, berkebun, beternak, memasak, dan keterampilan lainnya yang bisa memberikan manfaat bagi kesatuannya dan masyarakat sekitarnya.
Saat bertemu dengan napimil, Ada momen menarik yang bisa dijadikan inspirasi. Brigjen Eka menyaksikan napimil memproduksi minyak goreng dari kelapa. Keterampilan yang dimiliki ini bisa ditularkan kepada masyarakat umum untuk memproduksi minyak goreng dari kelapa dan menjadi solusi alternatif menyikapi langka dan tingginya harga minyak goreng saat ini.
“Seperti yang kita saksikan tadi. Keterampilan mereka membuat minyak goreng sangat inspiratif dan ilmunya bisa disalurkan kepada masyarakat dan menjadi percontohan bagi prajurit binaan di Lemasmil lainnya,” pesan Brigjen Eka.
Mantan Dirbin Idik Puspom TNI ini tahu betul bagaimana memberikan pembinaan mental kepribadian kepada napimil dengan cara berdialog lesehan saat makan siang bersama.
Suasana begitu bersahabat dan cair satu sama lain. Napimil begitu menikmati makan siangnya. Tak lupa Brigjen Eka memberikan perlengkapan salat kepada napimil untuk menyambut bulan suci Ramadan.
“Pemberian perlengkapan salat ini merupakan salah satu wujud pembinaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa – Allah Azza Wajalla. Semoga mereka bisa lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa nanti,” pungkas mantan Danpomdam V/Brawijaya yang mahir dalam Polisi Militer itu**(RM)






















Comment