Jelang Pilwali Makassar, Ini Kata Pengamat Soal Janji dan Program Kandidat

Muh Saifullah

Dailymakassar.id – Makassar. Jelang hitungan hari Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar yang digelar 9 Desember 2020 mendatang, dinamika politik kota Makassar semakin memanas. Hal tersebut ditandai dengan semakin kencangnya para kandidat pasangan calon (paslon) beserta tim pemenangan dan para relawan memainkan isu-isu untuk meraih suara. (Valium online)

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Publik (PKPK) Muh. Saifullah mengatakan dinamika politik seperti itu sangat wajar.

“Intinya adalah adu strategi dan taktik dalam merebut simpatik pemilih”, ujarnya saat dihubungi via Whats App, Senin (30/11).

Namun yang harus menjadi perhatian para pemilih saat ini, lanjutnya, adalah mencermati visi misi yang tertuang dalam berbagai program-program yang ditawarkan kepada warga.

“Saya intens mengikuti dua kali debat kandidat sebelumnya dan mempelajari program yang ditawarkan ke empat Paslon yang ada. Seperti pada umumnya semua visi-misi dan program yang ditawarkan baik semua. Persoalannya apakah program tersebut terukur, solutif dan bisa diimplementasikan dalam sebuah sistem”, ujarnya.

Di sanalah, kata Muh Saiful yang menjadi pembeda yang bisa diukur apakah hal ini hanya sekedar bualan janji pemikat atau memang program ini telah didesain dengan komprehensif dan holistik tingkat keberhasilannya.

“Misalnya program penghapusan pajak atau meniadakan retribusi sampah. Saya pikir ini hanya janji dan bukan program yang terukur daya implementatifnya. Karena kebijakan semacam ini harus melalui penggodokan yang sangat mendalam dan apakan bisa diterapkan serta tidak melanggar rambu-rambu peraturan yang ada”, ujarnya.

Dengan demikian, kata Saiful, pemilih memang harus diedukasi dengan baik agar mempu memilah dan memilh mana janji pemikat mana program yang terukur.

“Ya, kita harus pandai-pandailah memilih”, pungkasnya. (Hd)

Comment