Kabar Tak Sedap! Cari Informasi di Google Bakal Berbayar

Dipublikasikan April 6, 2024 8:44 PM oleh Admin

Kantor Google

JAKARTA, DAILYMAKASSAR.ID — Raksasa teknologi yang identik dengan mesin pencarian online ini tampaknya akan merubah model bisnisnya. Selama ini layanan Google Search dapat diakses gratis, namun nantinya bakal berbayar.

Menurut laporan Financial Times, perusahaan ini sedang menjajaki cara-cara untuk menawarkan fitur-fitur premium bertenaga AI di dalam produk pencarian intinya dengan biaya tertentu.

Berdasarkan laporan tersebut, sumber yang mengetahui rencana Google menunjukkan bahwa fitur pencarian bertenaga AI yang canggih ini dapat menjadi bagian dari layanan langganan Google yang sudah ada seperti Gemini Advanced atau Google One.

Khususnya, laporan tersebut mengindikasikan bahwa tingkat premium Google Search akan terus menyertakan iklan, sementara versi tradisionalnya akan tetap gratis untuk digunakan sebgaimana dilansir dari Android Authority, Sabtu (5/4/2024).

BACA JUGA  Harga Tiket Pesawat Maskapainya Dituding Mahal, Ini Kata Bos Garuda

Potensi perombakan ini tampaknya berasal dari kebutuhan Google untuk menyeimbangkan dua prioritas, mengintegrasikan AI canggih ke dalam pengalaman penelusurannya sambil melindungi iklan penelusuran yang menguntungkan yang menjadi tulang punggung keuangannya.

Pendapatan iklan terkait penelusuran yang mencapai USD 175 miliar tahun lalu menggarisbawahi risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan. Sementara itu, peningkatan pesat dari ChatGPT milik OpenAI telah mendorong Google ke dalam perlombaan untuk mendominasi AI.

Google mulai menguji layanan pencarian bertenaga AI, yang dikenal sebagai Search Generative Experience (SGE), pada bulan Mei tahun lalu.

SGE menawarkan rangkuman dan tanggapan yang didukung oleh AI terhadap pertanyaan, bersama dengan penyajian tradisional berupa tautan dan iklan.

BACA JUGA  Banyak Bank Berjatuhan di Indonesia, Ini Kata OJK

Pengalaman SGE hanya bersifat opsional hingga saat ini, ketika Google mulai mengujinya sebagai pengalaman default untuk sejumlah pengguna. Namun, perusahaan ini lambat dalam memasukkan fitur SGE ini ke dalam mesin pencari utamanya, kemungkinan besar karena tingginya biaya komputasi yang terkait dengan model AI generatif.

Meskipun SGE menawarkan manfaat potensial bagi pengguna, namun secara bersamaan SGE juga menantang fondasi model bisnis Google saat ini.

Kemampuan AI untuk memberikan jawaban yang komprehensif dapat menyebabkan penurunan klik pengguna pada tautan situs web, sehingga menghasilkan lebih sedikit tayangan iklan dan berpotensi membahayakan aliran pendapatan utama Google.

Laporan tersebut lebih lanjut mengklaim bahwa para insinyur Google telah mengembangkan teknologi ini, tetapi keputusan konklusif dan jadwal peluncurannya masih belum pasti. (aan)

Comment