Helikopter Israel Jatuh di Gaza Tewaskan Dua Tentara IDF

Ynet melaporkan pekan lalu bahwa 10.000 tentara tewas atau terluka sejak pasukan IDF memasuki Gaza dan setiap bulan, sekitar 10.000 tentara berada dalam tekanan fisik atau psikologis, mengutip data Kementerian Pertahanan.

Jerusalem Post menyatakan tidak dapat melihat data Kementerian Pertahanan Israel. IDF belum melaporkan mereka yang dirawat di rumah sakit karena tekanan psikologis.

Sementara, sebuah batang logam menusuk tubuh Kolonel Golan Vach, perwira Israel yang mendapat perhatian internasional atas klaim palsunya tentang pemenggalan kepala bayi dan insiden pemerkosaan pada tanggal 7 Oktober. Ia terluka setelah sebuah terowongan runtuh menimpanya di Gaza tengah menurut Quds News Network. 

Dalam insiden itu, operasi perlawanan meledakkan terowongan jebakan setelah memancing pasukan pendudukan Israel ke dalamnya, menyebabkan mantan komandan IOF berada dalam kondisi kritis. 

Tak lama setelah Operasi Banjir Al-Aqsa dilancarkan, Vach mengaku secara pribadi telah melihat Hamas memenggal kepala bayi dan memperkosa perempuan. Narasi yang disebarkannya kemudian dibantah oleh para pemukim Israel yang selamat dari Petunjuk mematikan Hannibal yang diberlakukan oleh IDF pada hari itu, yang menyatakan bahwa pasukan Israel membunuh pemukim mereka sendiri. 

Adina Moshe (72 tahun) yang sempat ditahan oleh faksi Perlawanan Palestina di Gaza, mengungkapkan bahwa militer pendudukan Israel tidak memiliki pengetahuan nyata tentang infrastruktur terowongan gerakan perlawanan.

Selama wawancara untuk stasiun televisi Israel Channel 12 pada Ahad, Moshe mengatakan bahwa dinas keamanan Israel Shin Bet memintanya untuk menggambar peta terowongan setelah dia dibebaskan dalam perjanjian pertukaran tahanan.

Comment