Di Indonesia sendiri, laporan Cloudflare menunjukkan trafik internet dari Starlink belum signifikan. Puncak trafik Starlink justru terlihat jelang ketersediaan resminya di Indonesia, ketika masih dalam tahap uji coba.
Secara umum, Starlink menyasar wilayah-wilayah yang sulit dijangkau jaringan internet dengan infrastruktur tradisional. Di Indonesia, pemerintah juga menganjurkan Starlink untuk melayani wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), bukan di kota-kota besar seperti Jakarta.
Selain itu, Starlink juga berfungsi untuk mengalirkan konektivitas dalam kondisi darurat bencana dan perang. Pasalnya, infrastruktur jaringan telekomunikasi biasanya ambruk dalam situasi-situasi tersebut.
Starlink juga menyediakan konektivitas penerbangan antar-pesawat, konektivitas pelayaran, serta kereta. Untuk akses portabel, konsumen dengan mudah berlangganan ‘Starlink Mini’.
Terbaru, Starlink juga mengumumkan kemampuan untuk terhubung langsung ke ponsel atau ‘direct-to-cell’.
Layanan itu akan mulai berfungsi untuk kemampuan teks pada akhir 2024, serta diperluas untuk fungsi lainnya mulai 2025 mendatang. Namun, di Indonesia pemerintah menegaskan izin Starlink tidak mencakup kapabilitas ‘direct-to-cell’. (*)






















Comment