
Dailymakassar.id—Makassar. Upaya penguatan ekosistem industri gim nasional kembali tercermin melalui penyelenggaraan Global Game Jam Makassar 2026 yang digelar pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Indibiz KTI, Gedung Telkom Regional 5, Kota Makassar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ajang pengembangan gim berskala global yang berlangsung serentak di berbagai negara selama 48 jam, mempertemukan para talenta untuk berkolaborasi dan menciptakan gim dalam waktu singkat.
Tahun ini, GGJ Makassar diikuti oleh 50 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga pegiat industri kreatif digital.
Selama 48 jam, peserta bekerja secara kolaboratif dalam tim dengan pembagian peran sebagai project manager, artist, dan programmer untuk mengembangkan gim sesuai konsep yang telah disepakati.
Hari pertama, Jumat (30 Januari 2026), dibuka dengan sambutan dari Telkom selaku tuan rumah yang diwakili oleh Lutfi Sirajs D.
Pada kesempatan tersebut, Telkom menyampaikan pemaparan mengenai peran strategis desain UI/UX dalam pengembangan gim dan produk digital, sekaligus memperkenalkan Indibiz sebagai enabler ekosistem bisnis dan industri kreatif digital melalui penyediaan infrastruktur serta solusi digital yang terintegrasi.
Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri Ahmad Yusran Arief, Fungsional Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, yang memberikan sambutan dan motivasi kepada peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan talenta gim dan penguatan ekonomi kreatif digital.
Masih pada hari yang sama, sebelum pembagian tim, peserta mengikuti workshop dasar perancangan dan pengembangan gim yang dibawakan oleh Ketua Komunitas Makassar Game Developer (MAGER), Farhan Ramadhani Irsyad Samad Suhaeb.
Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar gim serta faktor penentunya, seperti kontrol, tujuan permainan, metode, dan tantangan, sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai elemen utama game design, mulai dari cerita, desain level dan dunia permainan, keseimbangan dan progresi, fitur multipemain, UI/UX, aspek visual, hingga mekanik gameplay.
Hari kedua, Sabtu (31 Januari 2026), difokuskan pada proses pengembangan gim secara intensif. Peserta mulai merancang visual, menyusun mekanik permainan, serta menulis kode program sesuai konsep yang telah disepakati. Beragam tantangan teknis dan kreatif muncul selama proses ini, mulai dari penyesuaian desain hingga penyelesaian bug, yang disikapi melalui diskusi dan kolaborasi antaranggota tim.
Ketua Acara Global Game Jam Makassar 2026, Dzar Ghifari, menilai dinamika tersebut sebagai bagian penting dari pengalaman belajar peserta.
“Global Game Jam bukan sekadar menghasilkan gim, tetapi juga melatih peserta untuk bekerja kolaboratif, berpikir cepat, dan beradaptasi dengan keterbatasan waktu, sebagaimana yang terjadi di industri gim sesungguhnya,” ujarnya.
Menjelang malam, sejumlah tim memilih melanjutkan pengembangan hingga larut untuk menyempurnakan fitur, meningkatkan kualitas visual, serta memperbaiki kendala teknis.






















Comment