Meski berlangsung intens, suasana kebersamaan dan semangat kolaborasi tetap terasa di sepanjang kegiatan.
Hari terakhir, Minggu (1 Februari 2026), diisi dengan tahap finalisasi dan presentasi gim. Dari rangkaian proses selama 48 jam tersebut, sebanyak 10 gim berhasil dikembangkan, yakni Who Am I?, MEKUBI, MASK’TTEERS, Mask Adventure, Secret Identity, Sito’bo’, Mask Ara, King in Disguise, Dark Mind, dan Masked Monster.
Seluruh gim dipresentasikan di hadapan peserta lain dan panitia, menampilkan beragam konsep, pendekatan visual, serta mekanik permainan.
Salah satu gim yang menonjol adalah Sito’bo’, yang mengangkat unsur budaya Makassar sebagai dasar cerita dan mekanik permainan. Gim ini mengusung konsep pertarungan sederhana dengan sentuhan estetika gim 3D era awal, dipadukan dengan tema Global Game Jam 2026, mask.
Narasi Sito’bo’ terinspirasi dari kisah To Manurung, makhluk surgawi yang dikutuk menjadi roh dan harus saling berhadapan dalam ritual sakral untuk membebaskan diri.
Selain itu, gim Secret Identity juga mendapat perhatian melalui pendekatan gaya visual (art style) yang kuat. Gim ini mengisahkan kehidupan ganda seorang pebisnis dan vigilante, di mana pemain harus mengelola dua identitas secara bersamaan tanpa mengungkap jati diri yang sebenarnya.
Salah satu peserta, Muh Rio Sahri Syawal, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), menyampaikan bahwa Global Game Jam memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami belajar bagaimana bekerja dalam tim, mengelola waktu, dan mengubah ide menjadi gim yang bisa dimainkan. Pengalaman ini sangat berharga,” ujarnya.
Penyelenggaraan Global Game Jam Makassar 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem industri gim dan kreatif digital.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Makassar Game Developer (MAGER) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Asosiasi Game Indonesia, dengan dukungan sejumlah mitra strategis.
Dukungan tersebut datang dari para sponsor, antara lain Agate Academy, Indibiz KTI (Telkom), Jenius Komputer Center, Axioo, Yellow Hearts, dan Nuon, serta diperkuat oleh keterlibatan berbagai komunitas dan institusi pendukung, seperti AI Center Makassar, KAORI Nusantara, Google Developer Group On Campus Universitas Hasanuddin.
Google Developer Group On Campus Universitas Negeri Makassar, Tombol Start, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika & Komputer Universitas Negeri Makassar, Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar, dan Coder Institute, yang turut memperkaya ekosistem kolaborasi kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini, Global Game Jam Makassar diharapkan dapat terus menjadi wadah kolaborasi dan pengembangan talenta gim lokal, sekaligus memperkuat kontribusi Makassar dalam ekosistem industri gim nasional dan global**(Jend)






















Comment