Ketiga, membuka akses terhadap jaringan sosial yang luas dengan menghubungkan peserta kepada mentor, komunitas usaha, dan pelaku industri. Keempat, menyediakan dukungan moral dan sosial yang berkelanjutan guna membantu peserta menghadapi berbagai tantangan pasca-pembebasan.
Di Lapas Perempuan NTB, peserta mendapatkan pelatihan hard skill seperti pembuatan kue marble dan kerajinan tangan lukis scarf, serta soft skill berupa manajemen keuangan rumah tangga dan strategi memulai usaha mikro.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2024, SheInspire telah menjangkau lebih dari 500 perempuan warga binaan di 10 Lapas perempuan, termasuk Tangerang I & II, Lampung, Malang, Bandung, Yogyakarta, Medan, Makassar, Denpasar, dan NTB.
Berdasarkan evaluasi:
98% peserta merasa lebih mampu mengelola emosi, 100% peserta menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi, usaha yang dijalankan oleh warga binaan mengalami peningkatan penjualan sebesar 5% selama program berlangsung.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Z. Mirza menambahkan setelah penutupan program pelatihan tahun 2025, SheInspire akan melanjutkan fase pendampingan dan pendampingan lanjutan bagi warga binaan yang masa hukumannya sudah berakhir, termasuk inkubasi ide usaha, foto promosi produk, pelatihan literasi keuangan lanjutan, serta akses pemasaran digital.
Program ini akan berkolaborasi dengan Balai Pemasyarakatan. XLSMART dan KemenPPPA juga berkomitmen memperluas jangkauan sampai ke Lapas Perempuan di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026, dengan lebih banyak sesi tematik, kolaborasi lintas sektor, dan pendampingan bagi para alumni program agar dapat berdaya secara mandiri dan berkelanjutan.
Harapannya program SheInspire di NTB ini tidak hanya keterampilan baru yang dibawa para peserta, tetapi juga tekad dan kepercayaan diri untuk menata kembali masa depan yang lebih baik dan penuh harapan**(Jend)






















Comment