
Dailymakassar.id—Makassar. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Makassar mendapat dorongan kuat untuk mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar kemandirian organisasi dan pemberdayaan perempuan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Arlin Ariesta S.STP. M, dalam kegiatan dialog publik yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke-76 di Kota Makassar, Jumat 24 April 2026.
Dialog tersebut juga menghadirkan narasumber yakni Anggota DPRD Makassar Andi Makmur Burhanudin dan Ketua III Fatayat Makassar Nurfauziah Syams Musamma, S.I.Kom., M.I.Kom
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembukaan Latihan Kader Dasar II (LKD) tersebut berlangsung di Hotel Condotel Karebosi Premier dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting serta kader Fatayat NU dari berbagai wilayah di Kota Makassar.
Dalam pemaparannya, Arlin Ariesta menekankan pentingnya peran Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam menggerakkan ekonomi berbasis komunitas.
Ia menyebut bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Fatayat NU memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak UMKM, khususnya di kalangan perempuan. Dengan pendampingan yang tepat, produk-produk lokal bisa naik kelas dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kota Makassar yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanudin.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi oleh Fatayat NU.
Andi Makmur menilai, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam memperkuat sektor UMKM di daerah.
Ketua Fatayat NU Kota Makassar, Nurul Husna Al Fayanah, menyampaikan bila kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mencetak kader yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
“Melalui momentum Harlah dan LKD ini, kami ingin membangun kader Fatayat yang berdaya, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM,” ungkapnya.
Ia juga berharap, sinergi yang terbangun antara Fatayat NU dan pemerintah Kota Makassar dapat terus berlanjut dalam bentuk program-program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan kader dan masyarakat luas.
Kegiatan ini menjadi bukti jika Fatayat NU Makassar tidak hanya fokus pada penguatan kapasitas kader secara organisasi, tetapi juga serius dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan perempuan**(Tbr)






















Comment