KAHMI Sulsel Menyemai Tradisi Intelektual Lewat LPMD dan Buku Mozaik Insan Cita

“Lengkap, padat, dan sepenuhnya ditulis oleh warga KAHMI Sulsel,” tambahnya.

Ni’matullah Erbe menegaskan, kehadiran LPMD bukan sekadar simbol, melainkan strategi untuk menghadapi perubahan zaman.

“Jika kita abai pada arus digital, kita akan tertinggal. LPMD adalah jawaban agar KAHMI tetap relevan dan berperan,” katanya.

Di balik peresmian ini, KAHMI Sulsel sesungguhnya tengah menulis bab baru dalam sejarahnya.

LPMD dan Mozaik Insan Cita bukan hanya kado Milad ke-59, melainkan api literasi yang diharapkan terus menyala—menjaga ruang digital, merawat gagasan, dan menghidupkan tradisi intelektual bagi Sulsel dan Indonesia**(at/rm)

Comment