Kisah Inspiratif H. Baharuddin Dg. Ampang: Menanam Niat, Menuai Berkah

Melihat suplai gabah yang terus mengalir dan permintaan beras yang meningkat dari berbagai provinsi, H. Ampang kembali menambah mesin penggiling dari PT Rutan.

“Saya tambah mesin lagi karena suplai gabah lancar dan permintaan dari provinsi lain, termasuk Papua, juga terus bertambah,” tuturnya.

Dengan tambahan mesin itu, produksi pabrik Pangampang Agung melonjak menjadi lebih dari 12 ton per hari, sebelum akhirnya terus berkembang hingga 40 ton beras kualitas medium per hari.

Dari Penghargaan Nasional hingga Bisnis Wisata

Kesuksesan tersebut mengantarkan H. Ampang meraih Piala Adi Karya Pangan dan Piala Pelopor Ketahanan Pangan dari pemerintah era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2012 dan 2013.

Namun baginya, penghargaan terbesar bukanlah piala, melainkan kesempatan untuk memberi manfaat bagi orang lain.

“Sekarang total karyawan ada sekitar 300 orang,” ungkapnya dengan senyum penuh rasa syukur.

Bersama istrinya, Hj. Syamsinar Dg. Sambara, H. Ampang juga merambah dunia bisnis wisata dengan membuka Permandian Je’netallasa Sileo. Sebuah destinasi keluarga yang kini ramai dikunjungi masyarakat.

“Ternyata sambutannya luar biasa, Pak. Sejak dibuka, pengunjung selalu ramai,” katanya sambil tertawa.

Nama yang Jadi Doa

Menariknya, setiap usaha yang digarapnya mengandung makna keluarga.

“Palampang Agung itu gabungan dari nama saya dan anak saya, Ampang dan Agung. Sedangkan permandian Je’netallasa diambil dari nama ibu saya, Tallasa,” ujar pria sederhana yang tetap setia menggunakan sepeda motor ke pabriknya setiap hari.

Kini, H. Ampang bisa tersenyum lega. Dari seratus ribu rupiah dan niat tulus membantu sesama, ia berhasil membangun warisan yang bermanfaat bagi keluarganya dan ratusan orang karyawannya**(nur/rm)

Comment