Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Sulsel, Anwar Sanusi, mengulas sejarah lahirnya SMSI yang diprakarsai tokoh-tokoh PWI hingga berdiri pada 27 April 2017 dan resmi menjadi konstituen Dewan Pers pada 29 Mei 2020.
Anwar menegaskan, SMSI adalah wadah bagi perusahaan media siber, bukan organisasi wartawan.
“PWI membina wartawannya, sementara SMSI membina medianya. SMSI lahir dari gagasan para senior PWI. Tanggung jawab SMSI besar, menjaga marwah organisasi agar tidak menjadi alat kekuasaan, tetapi tetap menjadi penyeimbang dan mitra pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, SMSI bukanlah musuh pemerintah, melainkan mitra strategis yang turut mengawal pembangunan daerah.
“Kami berharap SMSI dapat diterima dengan tangan terbuka, menjadi mitra yang sehat dan profesional,” ujarnya.
Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Wajo, Ir. Andi Musdalifah, Z. M.Si yang mewakili Bupati Wajo, memberikan apresiasi atas tema pelantikan yang dianggap sangat relevan dengan tantangan era digital.
“Tema ini mengajak kita untuk tidak bergerak sendiri-sendiri, tetapi membangun kolaborasi dan sinergi produktif antara pemerintah daerah, media, dan masyarakat,” katanya.
Menurut Andi Musdalifah, media siber kini menjadi pilar utama penyebaran informasi. Kecepatan media online adalah kekuatan, namun harus diimbangi kebijaksanaan dan profesionalisme.
“SMSI memiliki peran besar dalam memperkuat kapasitas perusahaan media, menangkal hoaks, serta menjadi mitra pemerintah dalam penyebaran informasi yang konstruktif,” pungkasnya**(rm)






















Comment