
Di sela kehangatan tersebut, muncul pula gagasan tentang langkah-langkah kecil yang ingin ditempuh setelah Ramadan berlalu.
Salah satunya merajut pertemuan dengan para guru se-Kota Makassar sebagai bagian dari upaya memperkuat kegiatan budaya.
Sebagai wadah untuk bertukar gagasan, tempat para guru menjadi jembatan yang membawa nilai-nilai kebudayaan kepada generasi muda di ruang-ruang kelas.
“Kebudayaan tidak cukup hanya dipentaskan di panggung atau dirawat pada bangunan sejarah. Ia juga perlu hidup di sekolah-sekolah, di hati para siswa, dan dalam percakapan sehari-hari yang menumbuhkan rasa bangga pada akar budaya sendiri,” ujar Nina Marlina.
Sementara itu, Ketua Harian DKM, Armin Mustamin Toputiri, mengatakan bila organisasi ini dipertemukan oleh beragam talenta dengan semangat yang sama untuk membangun kebudayaan.
“Ada yang datang dari dunia sastra, teater, musik, seni rupa, seni lukis, hingga mereka yang setia merawat tradisi. Beragam latar justru menjadi warna yang saling melengkapi, ibarat nada-nada yang berbeda namun berpadu dalam satu harmoni,” ungkap Armin.
Tentu saja, kebudayaan tidak pernah dibangun oleh satu suara saja. “Ia lahir dari banyak tangan, banyak gagasan, dan banyak hati yang percaya bahwa seni adalah cara paling halus untuk menjaga ingatan sebuah kota,” tambahnya.

Pada kesempatan lain, Ketua Umum DKM, M. Juniar Arge, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, gelaran buka puasa ini bukan sekadar ritual berbuka bersama, juga ruang kebersamaan yang mempertemukan hati, gagasan, dan semangat kebudayaan.
“Kebersamaan para pengurus merupakan modal awal untuk melangkah lebih jauh menjalankan berbagai program organisasi ke depan,” pungkas Juniar.
Menjelang malam, hujan yang sejak sore turun perlahan berubah menjadi sisa gerimis tipis, seakan ikut menutup hari dengan tenang.
Lampu-lampu temaram di halaman Benteng Rotterdam memantulkan bayangan orang-orang yang mulai beranjak pergi.
Mereka membawa pulang hangatnya kebersamaan dan kekeluargaan dalam langkah yang pelan.
Acara buka puasa itu pun berakhir pada pukul 19.25 WITA, meninggalkan sebuah kisah sederhana tentang persaudaraan yang diam-diam menetap dalam ingatan malam**(RM)






















Comment