
DAILYMAKASSAR — “Ssst !” Ini adalah tuntutan yang diajukan oleh peneliti eko-akustik Jérôme Sueur kepada manusia. Kegaduhan teknologi — yang berasal dari kapal, pesawat terbang, mesin, dan lainnya — bahkan merasuki sudut-sudut paling terpencil di planet ini.
Sueur mengeksplorasi dampak dengungan yang selalu ada ini pada dunia hewan dalam buku Natural History of Silence . Ia membuat deskripsi yang kaya tentang kehidupan sonik beberapa spesies, seperti kicauan jangkrik yang berirama saat kawin, suara berderak dan meletus yang terdengar di terumbu karang. Ketika kebisingan buatan manusia menenggelamkan simfoni alam, ekosistem menjadi terganggu, kata Sueur. Misalnya, pada percobaan di sekitar Pulau Moorea, Polinesia Prancis, menunjukkan bahwa kebisingan perahu motor mengganggu karang muda yang berenang bebas, yang mengandalkan suara terumbu demi menemukan tempat yang cocok untuk menetap. Di daerah yang lebih tenang dan terlindungi, daya tarik karang terhadap terumbu jauh lebih tinggi.






















Comment