FKTPQ Makassar Audiensi dengan Munafri Arifuddin, Bahas Wisuda Santri dan Sertifikasi Guru Mengaji

FKTPQ Makassar Audiensi dengan Munafri Arifuddin, Bahas Wisuda Santri dan Sertifikasi Guru Mengaji

Dailymakassar.id – Makassar. Pengurus Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Quran (FKTPQ) Kota Makassar melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di ruang kerja kantor Balai Kota Makassar jalan Ahmad Yani, Kamis (18/12/2025).

Pertemuan ini membahas persiapan wisuda santri ke-5 tingkat Kota Makassar serta penguatan kualitas tenaga pendidik Al-Quran.

Ketua Umum FKTPQ Kota Makassar, Rintoh, mengungkapkan bahwa audiensi bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan keagamaan.

Ia berharap program pengembangan santri dan peningkatan kesejahteraan guru mengaji dapat terus berjalan beriringan dengan visi pemerintah Kota Makassar.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan ini. Harapan kami, FKTPQ dan Pemkot Makassar dapat terus bersinergi, terutama dalam mencetak generasi Qurani yang berkualitas,” ujar Rintoh.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan wisuda santri ke-5.

Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai pentingnya standarisasi kompetensi bagi para pengajar Al-Qur’an melalui program sertifikasi.

“Guru mengaji memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, ke depan kita mendorong adanya sertifikasi agar kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik Al-Qur’an di Makassar semakin terjamin,” tegas Appi, saapan akrab Wali Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung pada prosesi wisuda santri mendatang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan karakter berbasis agama di Kota Makassar.

Hadir mendampingi Wali Kota dalam audiensi ini, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar beserta jajaran terkait.

Sementara dari pihak FKTPQ, turut hadir Sekretaris Umum dan jajaran Wakil Ketua FKTPQ Kota Makassar.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum transformasi pendidikan Al-Quran di Makassar, tidak hanya dari sisi kuantitas santri yang lulus, tetapi juga dari sisi profesionalisme para pengajarnya**(tbr)

Comment