Ubah Dompet Campur Jadi Pembukuan Digital: Tim Dosen FEB UNM Dampingi UMKM Desa Balleanging Kelola Keuangan Berbasis Cash Flow


Dosen Universitas Negeri Makassar dampingi 159 pelaku UMKM tingkatkan kapasitas manajerial, tingkatkan literasi arus kas, kalkulasi HPP presisi, dan adopsi aplikasi Android lewat Program Kemitraan Masyarakat


Dok UNM (AWT)

Daily Makassar – Bulukumba. Di tengah geliat ekonomi pedesaan yang kian dinamis di Kabupaten Bulukumba, persoalan mendasar tata kelola keuangan masih menjadi ganjalan utama bagi sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Merespons tantangan tersebut, tim dosen pengabdi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berfokus pada pendampingan penyusunan pengelolaan keuangan berbasis cash flow pada Sabtu (18/7/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Balleanging, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan pengabdian yang dipimpin oleh Asniwati, S.E., M.Si., bersama anggota tim Abdul Rahman, S.Pd., M.Si., Annisa Paramaswary Aslam, S.E., M.S.M.,Nidrah, S.E.,MM dan Fakhirah Husain, S.E., MM., ini hadir untuk memberikan solusi nyata atas temuan lapangan yang memprihatinkan: sebanyak 95 persen pelaku usaha di desa tersebut masih mencampuradukkan dompet keuangan pribadi dengan kas usaha. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini berhasil mengedukasi dan mendampingi 159 unit UMKM yang tersebar di 34 kelompok Dasa Wisma agar mampu menyusun laporan arus kas harian, menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara rasional, serta mengadopsi aplikasi pembukuan digital berbasis Android.

Potensi Lokal Tinggi, Terganjal Dompet Campur dan Buta Arus Kas

Desa Balleanging yang terletak sejauh ±165 kilometer dari Kampus UNM Gunung Sari Makassar memiliki karakteristik ekonomi pedesaan yang sangat potensial. Berdasarkan hasil pemetaan awal yang dilakukan tim pengabdi bersama Tim Penggerak PKK dan Pemerintah Desa Balleanging, teridentifikasi sebanyak 159 unit UMKM aktif yang bernaung di bawah 34 kelompok Dasa Wisma (seperti Dasa Wisma Melati, Anggrek, dan Asoka).

Struktur usaha warga sangat beragam, didominasi oleh usaha toko kelontong atau barang campuran (37,1%), warung makanan dan minuman siap saji (19,5%), industri rumah tangga olahan kue dan roti (18,2%), jasa pertukangan (11,3%), penjahit dan konveksi (7,5%), serta bengkel kendaraan sederhana (6,3%). Produk kuliner unggulan lokal seperti keripik singkong dan penganan tradisional dipasarkan secara rutin dengan rentang harga Rp5.000 hingga Rp15.000 per kemasan. Mayoritas penggerak usaha ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki semangat kewirausahaan tinggi.

Fakta Lapangan UMKM Desa Balleanging Sebelum Pendampingan:

  • 95% Pelaku UMKM mencampuradukkan keuangan pribadi/keluarga dengan kas usaha.
  • 85% Pelaku usaha tidak pernah melakukan pencatatan arus kas (cash flow) harian secara rutin.
  • 100% Belum menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara presisi karena mengabaikan biaya tidak langsung dan penyusutan peralatan.

Ketua Tim Pengabdi FEB UNM, Asniwati, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kebiasaan mencampur kas pribadi dan usaha merupakan faktor utama pengkerdilan kapasitas UMKM. “Banyak pemilik usaha merasa usahanya selalu ramai pembeli, namun saat modal hendak diputar kembali, uang di kas justru habis. Hal ini terjadi karena pendapatan usaha terpakai untuk konsumsi harian keluarga tanpa pencatatan. Tanpa laporan cash flow dan perhitungan HPP yang tepat, pemilik usaha tidak dapat mengetahui apakah mereka benar-benar meraup untung atau justru tergerus kerugian secara perlahan,” ungkap Asniwati.

Dok. UNM (AWT)

Metode Terpadu: Dari Diskusi Kelompok hingga Aplikasi Android Digital

Untuk memecahkan persoalan tersebut secara mendasar, tim pengabdi FEB UNM menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan metode andragogi (pembelajaran orang dewasa). Mitra UMKM tidak sekadar dijadikan objek ceramah, melainkan dilibatkan secara aktif sebagai subjek perubahan melalui lima tahapan kegiatan yang terstruktur:

  • Observasi & Koordinasi Lapangan: Tim memobilisasi perjalanan dari Kampus UNM Makassar sejauh 165 km menuju Desa Balleanging untuk berkoordinasi secara intensif dengan Kepala Desa Balleanging, H. Irfandi Bahri, S.Sos., dan Ketua TP PKK Desa Balleanging, Hj. Eviyana, S.K.M.
  • Focus Group Discussion (FGD) & Diagnosis HPP: Penyelenggaraan diskusi kelompok terarah bersama pengurus Dasa Wisma untuk membedah struktur biaya produksi harian, menguraikan kelemahan pencampuran kas, serta merumuskan format pembukuan kas sederhana.
  • Sosialisasi & Workshop Literasi Keuangan: Pemateri Asniwati, Abdul Rahman, Annisa Paramaswary Aslam, dan Fakhirah Husain secara bergantian menyampaikan konsep entitas bisnis terpisah (Business Entity Concept), urgensi manajemen cash flow, dan kalkulasi HPP yang menghitung biaya tidak langsung serta penyusutan.
  • Penerapan Teknologi Digital Android: Pelatihan pengoperasian aplikasi pencatatan keuangan berbasis Android. Tim mendampingi peserta secara teknis dalam mengunduh, menginstal, dan megesimulasikan pencatatan kas masuk (inflow) dan kas keluar (outflow) di smartphone masing-masing.
  • Pendampingan Door-to-Door & Evaluasi: Tim pengabdi mendatangi langsung tempat usaha mitra (door-to-door) untuk mengevaluasi konsistensi pembukuan harian dan memastikan keberlanjutan program.

Pembentukan Kader Dasa Wisma Menjamin Keberlanjutan Program

Guna memastikan pembukuan tertib tidak berhenti seiring selesainya masa pengabdian, tim FEB UNM mengambil langkah strategis dengan membentuk “Kader Pendamping Keuangan Dasa Wisma”. Kader-kader pilihan dari pengurus Dasa Wisma ini dibekali pemahaman lebih dalam untuk bertindak sebagai mentor lokal yang siap mendampingi sesama anggota UMKM di lingkungan RT/RW masing-masing.

Kepala Desa Balleanging, H. Irfandi Bahri, S.Sos., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif tim pengabdi UNM. “Pendampingan ini sangat menyentuh kebutuhan hakiki warga kami. Selama ini usaha ibu-ibu Dasa Wisma berjalan mutar di tempat karena kendala pencatatan uang. Hadirnya teknologi aplikasi Android dan ilmu cash flow dari para dosen UNM membuat warga kami kini lebih percaya diri mengelola dan mengembangkannya,” ujar Irfandi.

Hal senada diungkapkan Ketua TP PKK Desa Balleanging, Hj. Eviyana, S.K.M. Beliau menegaskan bahwa keterlibatan aktif 34 kelompok Dasa Wisma menjadi kunci suksesnya adopsi pembukuan digital ini. “Ibu-ibu Dasa Wisma sangat antusias. Kini mereka bisa menghitung sendiri berapa HPP persisnya untuk kemasan keripik atau kue yang dijual, sehingga tidak ada lagi cerita jual rugi,” tambahnya.

Dukungan Institusi dan Publikasi Media

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dapat terlaksana dengan sukses berkat dukungan pendanaan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun Anggaran 2026 melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Makassar dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM.

Sebagai bentuk transparansi dan diseminasi publik, keberhasilan kegiatan pengabdian di Desa Balleanging ini juga telah dipublikasikan di media massa elektronik regional InfoTerkini.co.id dengan tajuk ‘Gelar PKM di Desa Balleanging, Tim FEB UNM Mendampingi Pelaku UMKM Kelola Keuangan Berbasis Cash Flow’. Ke depan, kolaborasi antara akademisi UNM dan Pemerintah Desa Balleanging diharapkan terus terjalin demi mewujudkan UMKM desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.

Ditulis oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar: Asniwati, S.E., M.Si.; Abdul Rahman, S.Pd., M.Si.; Annisa Paramaswary Aslam, S.E., M.S.M.; Nidrah, S.E.,MM dan Fakhirah Husain, S.E., MM.

Comment