Ada nuansa berbeda saat bertemu langsung. Sensitivitas begitu menyeruak, sehingga bisa merasakan masalah yang dihadapi dari gestur tubuh, intonasi suara, dan mimik wajah penutur.
Dailymakassar.id – Makassar. Sungguh dahsyat pandemi Covid 19 menimpa kehidupan umat manusia. Jangan tanya aspek kesehatan. Aspek ekonomi, sosial, keamanan, pendidikan, agama, budaya, termasuk juga bidang politik, semua dijamahnya.
Dari perspektif politik, aktifitas para Anggota Dewan pusat, provinsi, kota dan kabupaten juga mengalami penyesuaian akibat pandemi ini. Kegiatan yang biasanya dilakukan secara langsung atau luring (luar jaringan) berubah menjadi daring (dalam jaringan) melalui online dengan memilih program perangkat lunak telekonferensi video.
Tapi, salah satu Anggota Dewan Komisi VI dari fraksi Nasdem Dapil Sulawesi Selatan I, M. Rapsel Ali, ketika bersilaturahmi dengan konstituennya, melakukan secara langsung (luring) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Tentu saja nuansanya berbeda saat bertemu langsung. Sensitivitas begitu menyeruak, sehingga bisa merasakan masalah yang dihadapi dari gestur tubuh, intonasi suara, dan mimik wajah penutur.
“Bertemu dengan konstituen (luring), kita bisa merasakan langsung apa keluhan atau aspirasi yang disampaikan. Ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkap MRA, akronim akrab dari M. Rapsel Ali.
Ketika bulan September lalu, MRA mendengar ada korban kebakaran di dekat Balla Lompoa Karaeng Galesong, saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Takalar di kediaman Karaeng Galesong, MRA langsung berkunjung dan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran.
Begitu juga saat bersilaturahmi dengan masyarakat Bangkala kabupaten Jeneponto. Wilayah yang dituju berada di daerah terpencil dan jalur jalan yang dilalui tidak memadai, namun MRA merasa senang dan bahagia. Rasa lelah hilang seketika, saat berbaur dengan konstituennya. Di sana, ia pun memberikan bantuan sosial kemasyarakatan.
Silaturahmi konstituen bulan Oktober di Kepulauan Selayar, tidak tanggung-tanggung MRA membawa bantuan senilai 4 miliar lebih untuk bidang keagaaman, pendidikan, dan sosial.
Rabu kemarin (20/10), MRA berada di pelabuhan penyeberangan Pamatata, Kepulauan Selayar untuk ke Sidrap menghadiri perkawinan keluarga sekaligus ziarah kubur.
Di pelabuhan Pamatata MRA tak lupa memborong jualan kerupuk emping, air mineral, dan nasi kuning para pedagang kecil. Bahkan, anak mantu Wapres KH. Ma’ruf Amin ini tak lupa membagikan bonus uang tunai kepada masing-masing pedagang kecil itu dengan nilainya cukup besar.
Suatu ketika saat berada di Bali , MRA memborong beberapa lukisan karya pelukis lokal dengan nilainya tembus 125 juta!
Sosok Anggota Dewan yang satu ini, memang tidak banyak bicara, namun langsung bekerja dengan memberikan bantuan kepada masyarakat kecil**(RM)























Comment