Editorial: Hadapi Resiko Gelombang Besar dan Gempa Susulan, Bupati Kepulauan Selayar Tembus ke Lokasi Gempa

Selama 7 jam lebih perjalan melalui jalur laut lepas. Bupati Kepulauan Selayar yang juga adik kandung dari M. Rapsel Ali (Anggota DPR-RI Fraksi Nasdem) berhadapan langsung dengan ganasnya gelombang laut, teriknya matahari, dan masih adanya gempa susulan. Sebuah kondisi nyata yang tidak bersahabat harus dijalani.

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Gempa bumi berkekuatan 7,4 Magnitudo terjadi di laut Flores Nusa Tenggara Timur pada Selasa lalu (14/12). Efek gempa ke wilayah sekitarnya, termasuk Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan.

Ada dua wilayah kecamatan di Kepulauan Selayar yang dampaknya paling parah yakni, Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Keduanya berada di pulau terluar dari Kepulauan Selayar. Jarak dari pusat gempa ke dua wilayah itu hanya berjarak 84 Kilometer.

Hantaman gempa merobahkan rumah warga. Beberapa di antarannya rata dengan tanah. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tak hanya rumah warga yang roboh dan rusak. Sekolah, rumah ibadah, balai desa, gudang, pelabuhan, jalan ikut imbasnya. Bahkan, gempa menimbulkan korban luka-luka.

Untuk meringankan beban warga yang terdampak, Pemerintah Kepulauan Selayar melakukan upaya sigap terstruktur dengan membentuk titik-titik pengungsian, membuat dapur umum, mengirimkan tenaga medis, mengolah logistik bantuan, dan upaya lainnya.

H. Muh. Basli Ali selaku Bupati Kepulauan Selayar tak ingin hanya tinggal diam menerima informasi begitu saja. Ia ingin memastikan kondisi terkini warganya yang menjadi korban.

Dengan menggunakan speedboat Rabu kemarin  (15/12), Basli Ali bersama rombongan bertolak dari pelabuhan Pattumbukang pada pukul 05.47 WITA menuju lokasi bencana. Padahal, bisa saja ia mengkoordinir bawahannya melalui diskusi jarak jauh online melalui aplikasi platform ponsel selular atau sambungan telepon.

Jarak tempuh sampai di lokasi bencana kurang lebih 200 Kilometer melalui jalur laut. Bupati Basli Ali beserta rombongan tiba di lokasi pertama di Pulau Kalaotoa, Kecamatan Pasilambena sekira pukul 13.00 WITA.

Selama 7 jam lebih perjalan melalui jalur laut lepas. Bupati Kepulauan Selayar yang juga adalah adik kandung M. Rapsel Ali (Anggota DPR-RI Fraksi Nasdem) berhadapan langsung dengan ganasnya gelombang laut, teriknya matahari, dan masih adanya gempa susulan. Sebuah kondisi nyata yang tidak bersahabat harus dijalani.

Benar saja, saat tiba di Pulau Kalaotoa, Bupati dan rombongan mengalami suasana mencekam. Diawali dentuman hebat, lalu diikuti goncangan dahsyat, mereka disambut tarian alam yang  menghentak.

Tentu saja keadaan yang tidak bersahabat itu adalah sebuah resiko yang harus dihadapi. Jiwa dan raga menjadi sebuah taruhan. Dibutuhkan tenaga, waktu, dan kondisi psikologis yang mumpuni. Namun, tanpa keberanian, semuanya akan sia-sia.

Kepemimpinan dan keberanian Basli Ali menempuh resiko semacam ini patut diacungi jempol. Kepemimpinan yang bertindak cepat, peduli dan mendengar jeritan rakyatnya adalah sebuah inspirasi bagi pemimpin di negeri ini**(Redaksi)

Comment