“RUU Sisdiknas yang berencana menghilangkan frasa madrasah merupakan pelecehan bagi lembaga pendidikan Indonesia yang sedari dulunya mereka menggunakan bentuk dan istilah madrasah. RUU ini dianggap mendiskriminasi keanekaragaman pendidikan Indonesia yang telah dibangun dan dikembangkan sebelum kemerdekaan Indonesia,” paparnya
Dailymakassar.id – MAKASSAR. Rancangan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang berencana menghapus frasa madrasah menjadi polemik berkepanjangan di kalangan masyarakat dan organisasi kepemudaan. Rancangan tersebut dianggap melemahkan secara diskursus kekuatan lembaga pendidikan yang mengatas namakan madrasah di Indonesia.
Penolakan ini juga berasal dari Pimpinan Wilayah Ikatan Mahasiswa DDI (PW IMDI) Sulawesi Selatan. Andri selaku Sekretaris Umum menolak rancangan tersebut karena dianggap mendiskriminasi lembaga pendidikan terkhusus yang menggunakan istilah madrasah.
“RUU Sisdiknas yang berencana menghilangkan frasa madrasah merupakan pelecehan bagi lembaga pendidikan Indonesia yang sedari dulunya mereka menggunakan bentuk dan istilah madrasah. RUU ini dianggap mendiskriminasi keanekaragaman pendidikan Indonesia yang telah dibangun dan dikembangkan sebelum kemerdekaan Indonesia,” paparnya.
Andri menambahkan bahwa di Sulawesi Selatan praktik pendidikan madrasah sudah lebih dulu digunakan sebelum kemerdekaan Indonesia.
“K.H Abdurrahman Ambo Dalle sendiri telah membangun Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) di Mangkoso sebagai cikal bakal kelahiran Darud Da’wah wal Irsyad. Madrasah tersebut didirikan sebelum kemerdekaan Indonesia pada 11 Januari 1938. Madrasah sendiri di indonesia telah lebih tua dari negara Indonesia itu sendiri,” jelasnya.
Lanjut Andri, hilangnya frasa madrasah ini bisa membuat gaduh di tengah masyarakat.
“Pengapusan frasa yang tidak perlu tersebut sudah mengundang kegaduhan di masyarakat. Mestinya rancangan tersebut dapat merangkul semua bentuk instrumen pendidikan nasional hingga tidak ada lagi yang merasa didiskriminasikan,” pungkas Andri alumnus Sastra Inggris UNM**(Tbr)





















Comment