by

Yusran Pimpin Rakor Pelaksanaan Pilkada Serentak Kota Makassar 2020

PHOTO-2020-06-12-16-41-56
Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, saat memimpin rapat koordinasi terkait pelaksanaan Pilkada Serentak, dilaksanakan di Ruang Sipakatau, Gedung Balaikota, Makassar, Jumat (12/6/2020) (foto: Ist.)

Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, meminta camat dan lurah untuk melakukan verifikasi ulang data kependudukan jelang pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Hal ini ditegaskan Yusran saat memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar, KPU Kota Makassar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar terkait pelaksanaan Pilkada Serentak, dilaksanakan di Ruang Sipakatau, Gedung Balaikota, Makassar, Jumat (12/6/2020).


Verifikasi ulang dimaksudkan untuk mensinkronkan data pemilih yang dimiliki oleh KPU Makassar dengan kondisi ril di lapangan.

“Transparansi data sangat penting dalam menghasilkan pilwali yang berkualitas. Verifikasi ini harus segera dilakukan, makanya saya minta Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) termasuk dukcapil untuk berkordinasi dengan camat lurah, serta RT RW agar data yang digunakan oleh KPU betul-betul terverifikasi,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi ini juga berlangsung serah terima dokumen data kependudukan dari KPU Kota Makassar ke kecamatan, serta pihak kecamatan ke Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil).

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua KPU Kota Makassar, Muh. Farid Wajid, mengatakan bahwa pihaknya menemukan perbedaan data kependudukan yang dimiliki oleh KPU dengan Dukcapil Makassar.

“Kami melihat ada miss data yang perlu segera disinkronkan dengan pemkot. Di data kami tercatat sebaran lima ribuan, sedangkan data pemkot itu ada tujuh ribuan. Dua ribunya ini yang harus ditelusuri,” jelas Muh. Farid.

Menurutnya, hal ini biasa disebut dengan data anomali. Data anomali sendiri yaitu, data pemilih yang masih belum sesuai dengan identitasnya. Indikatornya ada lima yakni alamat, nama, NIK, tanggal lahir, dan usia di bawah 17 tahun.

“Makanya kita ingin mengeceknya ke lapangan dan melakukan koordinasi dengan pihak pemkot agar data dari kita sinkron semua dan bisa dicocokkan. Untuk data pemilih tetap belum bisa dipastikan. Kita bereskan dulu kecocokan data,” sebut Farid.

Rencananya, satu  bulan sebelum hari pelaksanaan pemilihan, pihak KPU Makassar akan menggelar rapat koordinasi mengenai hasil akhir Daftar Pemilih Tetap Kota Makassar.

Pada acara tersebut,  hadir Kapolrestabes Makassar,  Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, Kapolres Pelabuhan, AKBP Kadarislam Kasim, Pasi Ops Kodim, Mayor Inf Dewa Putu Gede (mewakili Dandim 1408/BS), Muh. Farid Wajid, Ketua KPU Kota Makassar, Nursari, Ketua Bawaslu Kota Makassar, Kasi Intel Kejari, Ivan Nusu, SH., Kejari Makasar, Wakil Ketua PN Makassar, Dr. Ibrahim Palino, Sekda Kota Makassar, M. Ansar, serta jajaran SKPD, seluruh camat dan lurah se-Kota Makassar. [ib]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *