
Dailymakassar.id – JAKARTA. Dugaan keterlibatan dua menteri terkait bisnis polymerase chain reaction (PCR) mulai didengar KPK.
Sebelumnya, hal ini diungkap mantan Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto.
“Menteri itu ternyata terafiliasi (ada kaitannya) dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia. Unit usaha PT itu adalah GSI Lab yang jualan segala jenis tes COVID-19: PCR Swab Sameday (275 ribu), Swab Antigen (95 ribu), PCR Kumur (495 ribu), S-RBD Quantitative Antibody (249 ribu),” tulis Agus yang dilansir di Facebooknya oleh redaksi Rabu (11/11/2021).
Namun secara mengejutkan, sekumpulan orang yang mengatasnamakan Pendukung Cinta Republik (PCR) mendeklarasikan dukungan untuk Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada 2024.
Koordinator Nasional PCR, Fuadul Aufa, mengatakan forum PCR hadir dari isu bisnis PCR dua menteri di kabinet Indonesia Maju tersebut.
“PCR ini muncul karena berita yang kemarin, Pak Luhut dan Pak Erick secara tidak langsung dinegatifkan dengan munculnya bisnis PCR. Makanya coba kita munculkan PCR ini dengan rasa yang berbeda,” kata Fuadul dalam konferensi pers di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021)
Fuadul berharap Luhut-Erick dapat maju menjadi capres-cawapres pada Pilpres 2024.
“Harapan kita yaitu bagaimana Bapak Luhut dan Bapak Erick ini bisa mencapai puncaknya yaitu menjadi capres dan cawapres 2024-2029,” kata Fuadul.
“Di luar isu-isu miring terkait ada permainan dan bisnis antara PCR, kita tidak ada di wilayah itu, kalau wilayah hukum kita serahkan semua ke ranah hukum,” sambungnya.
Fuad menilai Luhut-Erick layak dipilih. Dia menilai Luhut-Erick bisa menangani persoalan bangsa terutama terkait pandemi virus Corona yang sedang mewabah di Tanah Air.
“Kami yang tergabung dalam forum Pendukung Cinta Republik hari ini mendeklarasikan Bapak Luhut dan Bapak Erick untuk menjadi capres dan cawapres 2024-2029. Alasannya karena beliau sangatlah layak dalam menangani segala persoalan bangsa khususnya yang hari ini ada di tengah-tengah kita yaitu pandemi COVID-19 ini,” kata Fuadul. (Ip)






















Comment