by

[OPINI] Luwu Utara Kini, Era Indah Tak Seindah Namanya

M. Saifullah

Oleh: M. Saifullah*

LUWU UTARA (Lutra), salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan dimana dipimpin oleh Bupati Indah Putri Indriani yang dilantik pada 17 Februari 2016 dan 26 Februari 2021 memiliki banyak catatan.

Berbagai catatan kepemimpinan Indah antara lain:

1. Indek Pembangunan Manusia (IPM)

Kabupaten yang berdiri tahun 1999 ini tercatat berdasarkan data BPS antara Tahun 2002 hingga 2008 peringkat 3 hingga 5 di Sulsel. Namun sejak 2018 hingga 2021, IPM Lutra peringkat 12 di Sulsel.

2. Kemiskinan

Soal jumlah penduduk miskin di Lutra, jika melihat data jumlah penduduk miskin dari 91.970 ribu orang (1999) turun menjadi 46.800 orang (2010) atau turun 45.170 orang.

Sementara pada tahun 2015 sebanyak 41.900 orang.

Di era Indah 42.400 orang (2020) atau justru naik sedikit (500 orang).

Soal persentase kemiskinan di Lutra, di era Indah tercatat sejarah sejak berdirinya Lutra, 3 tahun berturut turut dengan persentase kemiskinan tertinggi ke 3 di Sulsel.

3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

TPT Lutra era Indah per Agustus 2021 peringkat ke 8 di Sulsel. Hal ini turun peringkat jika berdasarkan TPT Lutra tahun 2014 peringkat ke 3 Sulsel.

Bahkan berdasarkan TPT Lutra pada Agustus 2021 sebesar 3,91 jika dibandingkan Agustus 2020 sebesar 3,01 maka: “Kenaikan TPT Lutra tertinggi kedua di Sulsel (0,91). Sementara tertinggi ke 1 adalah Bone dengan kenaikan 0,95. tertinggi ketiga adalah Selayar dengan kenaikan 0,68”.

4. Penanganan Banjir.

Pasca banjir bandang Juli 2020 lalu, recovery kota Masamba dan Radda sebagai daerah paling terdampak masih jauh dari harapan masyarakat. Aksi unjuk rasa masih terus mewarnai karena kekecewaan masyarakat korban banjir.

Selain itu daerah daera yang masih dilanda banjir jika hujan turun juga masih menjadi persoalan seperti Daerah Malangke, Masamba, Radda. Bahkan kejadian banjir yang melanda Malangke membuat masyarakat harus teriak meminta bantuan sembako.

Dan masih banyak persoalan lainnya yang memang menjadi catatan.

Dari persoalan mendasar di atas, tak ada salah jika dikatakan bahwa era Indah tak seindah namanya. [*]

*Penulis adalah Pemerhati Kebijakan Publik

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.