Sikapi Perang Antar Suku di Jayawijaya Papua, Mahasiswa Papua di Makassar Gelar Aksi Keprihatinan

Aksi unjuk rasa mahasiswa Papua (Hd)

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Berhenti Perang Nduga vs Lany. Jangan kasih pecah Koteka, Nduga dan Lanny adalah satu, Lahir di satu Honai dan besar di Lapago, kami minta suku Lany dan Nduga damai”, sekitar 30 pelajar dan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Puncak Jaya, Puncak, Lanny Jaya dan Nduga (Fospema Punlanny) menggelar aksi unjukrasa, di Asrama Mahasiswa Nduga, Makassar, Selasa (11/1/2022).

Aksi ini digelar sebagai pernyataan keprihatinan atas konflik antara dua suku (Lanny dan Nduga) yang memecah masyarakat di kampung Wouma, Kabupaten Jayawijaya Papua saat ini.

Dipimpin Pj Korlap Anton, unjukrasa ini dilakukan dengan menggelar orasi secara bergantian dan mengeluarkan pernyataan sikap.

Adapun inti pernyataan sikap tersebut adalah:

1. Menyikapi permasalahan konflik horizontal yang sedang terjadi di kab. Jayawijaya, antara dua suku karabat (lanni dan nduga). Yang berlangsung pada tanggal 09 januari 2022, mengakibatkan puluhan jiwa manusia yang korban dan merugikan banyak pihak yang hidup di wamena.

2. Maka kami dari Forum Solidaritas Pelajar Dan Mahasiswa/I Puncak Jaya, Puncak, Lanny Jaya dan Nduga (Fospema Punlanny ) Di Kota Studi Makassar

3. Mendukung penuh kepada:

Pemerintah jayawijaya, lanny jaya dan Pemerintah nduga serta TNI/POLRI, Toko Gereja, Toko Adat, dan lain sebagainya yang berupaya untuk perdamaian dan menyelesaikan konflik horizontal kedua suku di wamena papua.

4. Besar harapan kami untuk kedua belah pihak agar segerah berdamai dan menyelesaikan masalah secepat mungkin.

5. Kami sampaikan atas nama kedamaian, keadilan, Kemanusiaan, kenyamanan, kesatuan dan persatuan yang utuh sesama OAP. [Hd]

Comment