
JAKARTA – Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi mengungkapkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tengah bernegosiasi dengan PKS ataupun Demokrat untuk bergabung.
“KIB menurut kebijakan ketua umum partai masing-masing masih terbuka dan akan senang jika ada parpol yang ikut berkoalisi,” kata Viva Yoga kepada wartawan, Selasa (16/8/2022).
Saat disinggung tentang peluang bergabungnya NasDem ke KIB, Viva juga mempersilahkan.
“Iya jika NasDem berminat maka PAN tidak berkeberatan masuk di KIB,” kata Viva Yoga.
Saat disinggung isu sejumlah parpol enggan berkoalisi dengan NasDem karena isu ‘pembajakan’ kader partai, Viva merespons santai isu tersebut, namun tetap melempar sindiran.
“Jika ada praktik bajak-membajak antarkader partai itu biasa di era reformasi apalagi menjelang pemilu,” katanya.
Namun, Viva mengingatkan praktik pemindahan pemain politik merugikan kewibawaan partai.
Viva lantas menyinggung partai ojol yang hanya dijadikan kendaraan politik untuk syarat konstitusional.
“Praktik transfer pemain politik seperti itu sangat merugikan kewibawaan partai. Fungsi partai politik sebagai pilar demokrasi, tempat rekrutmen dan seleksi kepemimpinan nasional dan daerah, terdegradasi menjadi ‘partai ojol’, yaitu partai hanya digunakan untuk kendaraan politik sebagai syarat konstitusional dengan kompensasi tertentu untuk mengusung figur tersebut,” pungkas Viva.
Isu Pembajak Kader Partai Melalui Instrumen Hukum
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, angkat bicara soal isu adanya peluang kerjasama PDI-P dengan NasDem untuk Pemilu 2024.
Ia menyebut meski kedua partai memiliki rekam jejak berkoalisi saat mengusung Presiden Joko Widodo, namun PDIP juga mempertimbangkan etika politik atau upaya pembajakan kader PDIP oleh NasDem.
“Ketika di dalam kerjasama kemudian yang terjadi itu adalah proses penggunaan berbagai instrumen politik yang melanggar etika politik, misalnya ada ‘instrumen hukum’ yang dipakai untuk membajak kader partai lain yang telah diperjuangkan susah payah di dalam pilkada, nah itu kan juga menjadi evaluasi kritis bagi PDI Perjuangan,” ujar Hasto dalam konferensi pers daring, Kamis (21/7/2022).
Soal pembajakan Hasto, juga diceritakan kepada Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno, saat keduanya bersepeda bersama pada Jumat (15/7/2022) lalu.
PAN, menurut Hasto, juga pernah memiliki pengalaman serupa dengan PDI Perjuangan soal pembajakan kader.
“Ini kan sebagai bagian dari suatu evaluasi tentang kerja sama partai politik yang seharusnya mengedepankan aspek etika,” ungkap Hasto. [ip]






















Comment