Pj Gubernur Bahtiar Bicara Soal Kemiskinan Ekstrem di Sulsel

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar (dok Pemprov Sulsel)

MAKASSAR, dailymakassar.id – Angka kemiskinan terus menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Demikian juga pemerintah provinsi dan daerah.

Karenanya, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar menekankan kedatangannya ke Sulsel salah satunya untuk menuntaskan kemiskinan ekstrim di Sulsel yang bersifat kebijakan nasional.

Bahtiar menjelaskan, Presiden Jokowi bahkan sudah mengusulkan anggaran sektor perlindungan sosial senilai Rp493,5 triliun.

Alokasi anggaran tersebut tumbuh 12,4 persen dari 2023 yang hanya mencapai Rp439,1 triliun

Lantas bagaimana kemiskinan di Sulsel? Dari data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel 2022, jumlah angka kemiskinan mencapai 777,44 ribu jiwa.

Banyaknya jumlah ini membuat Pemprov Sulsel ambil tindakan.

Dari 777,44 juta jiwa, sebagian diantaranya mendapat predikat miskin ekstrim, atau berada di angka paling bawah garis kemiskinan.

Data tahun 2021, terdapat sebanyak 784,98 artinya ada penurunan dari tahun 2021 ke 2022

“Tadi kepala dinas menyampaikan ada lebih 400 ribu orang sampai 500 ribu, miris juga dengarnya,” katanya.

Terdapat 9 juta jiwa masyarakat yang hidup di Sulsel, dan masih banyak di antaranya yang hidup dalam kemiskinan.

Lanjut pria kelahiran Bone ini, faktor terjadinya kemiskinan ada dua, yaitu secara kultural dan ada kemiskinan struktural.

“Yang struktural itu akibat dari kebijakan tidak terproteksi kepada mereka, sehingga mereka tidak dapat berkembang,” ujarnya.

“Ada juga faktor miskin karena kultural, karena faktor budaya dan memang sudah turun temurun tidak punya apa-apa,” katanya..

Menurutnya, sudah 78 tahun Indonesia merdeka namun masih banyak yang hidup dalam taraf kemiskinan.

“Ini harus di atasi, dan harus saya bedah lebih dalam siapa-siapa saja saudara kita ini, ada dimana saja, dan apa yang sudah dilakukan,” ujarnya. (rj)

Comment