
MAKASSAR — Jelang perhelatan Pilgub Sulsel di November mendatang, berbagai isu panas terus bermunculan mulai dari isu kotak kosong yang diduga didesain untuk menjegal munculnya kontestan lain dengan cara memborong partai politik hanya pada satu paslon.
Demikian pula pernyataan panglima relawan Dozer yang mengatakan siap menghabur dana Rp50 miliar, bahkan mengatakan dana tersebut kecil serta mau “meratakan Sulsel” untuk kemenangan ASS-Fatma. Juga manuver jubir Ramli Rahim yang mengatakan PPP telah mendukung ASS-Fatma, bahkan telah melihat sendiri rekomendasi B1 KWK hingga isu oligarki yang berada di belakang kubu ASS-Fatma.
Sederet isu tersebut menjadi sorotan pakar komunikasi politik dari Unhas, Hasrullah, yang juga menulis buku “Dendam Konflik Poso“, diterbitkan Gramedia. Hasrullah mengatakan munculnya isu tersebut bukan tanpa sebab, namun merupakan fenomena “Teori Spiral Kebisuan” yang direfleksikan oleh publik lewat berbagai informasi yang ada di tataran opini publik.
“Tak ada asap tanpa ada api, dan bau yang menyebar memang sangat gampang tercium,” ujarnya, Senin (19/8/2024).





















