Hasrullah: Pemimpin Wajib Berdialog dengan Publik

Bahkan Gubernur sebelumnya Andi Oddang, terkenal dengan gagasan lokal wisdom “LAPPO ASSE” telah melegenda dalam mengantar Sulsel lumbung padi di masanya.

Adapun soal infrastruktur yang diklaim pemerintah yang lalu, padahal hal itu memang telah menjadi bagian dari tugas Pemprov Sulsel yang sudah masuk dalam RPMJ bersama DPRD Sulsel. 

“Lagi pula ini kan hanya meneruskan program yang digagas Nurdin Abdullah. Jadi tidak ada yang luar biasa,” katanya. 

Justru, lanjut Hasrullah,  penulis buku “Pertarungan Elite dalam Bingkai Media“, yang harus menjadi titik tekan dalam mengevaluasi kinerja selama memimpin Sulsel, Pemimpin Sulsel yang tangguh harus siap menerima kritik dan evaluasi yang konstruktif. 

“Jangan malah banyak membuat gaduh di internal Pemprov. Semisal pemecatan mantan Sekda Pak Hayat, tapi telah dipulihkan nama baiknya melalui jalur, dan dinyatakan tak bersalah.

“Mutasi dan demosi jabatan yang sama sekali tak mengindahkan tata kelola pemerintahan yang baik berdasar meritrokasi, kapabilitas maupun profesional. Yang ada hanya persoalan like and dislike,” ujarnya. 

Karena itu, dia berharap, pemimpin yang berani dan gentleman juga mau mengakui kegagalannya dan berjanji untuk memperbaiki bila diberi amanah kembali pada saat memenangkan kontestasi. Semestinya, narasi seperti itu yang perlu dimunculkan dan dinarasikan ke publik, agar pemimpin tersebut perlu mendengar jeritan kegagalan untuk diperbaiki.

“Bukan malah tampil seakan-akan pemerintahaanya yang lalu sangat sempurna,” katanya.