
JAKARTA — Pesaingan dagang China dengan Uni Eropa (UE) makin menyala. Baru-baru ini, UE mengumumkan penurunan pajak tambahan (extra tarrif) bagi perusahaan mobil listrik (EV) yang unitnya diproduksi di China, termasuk Tesla.
Pajak tambahan itu diberlakukan Uni Eropa sebagai upaya melindungi produsen lokal. Kawasan tersebut menilai pemerintah China memberikan subsidi yang merusak harga pasar.
Meski pajak tambahan sudah diturunkan bagi Tesla, BYD, Geely, dan SAIC, namun pemerintahan Xi Jinping tetap mengecam pemberlakuan pajak tambahan di luar pajak standar impor EV sebesar 10%.
Juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan penyelidikan Uni Eropa terhadap kebijakan subsidi China untuk industri EV tak berdasar.





















