Ketua KKDB Kota Makassar, Dr. KH. Masykur Yusuf, M.Ag dalam sambutannya mengatakan peringatan Isra dan Mikraj selain mendengarkan tausiyah juga merupakan ajang silaturrahmi dan siar pengetahuan dalam rangka memperkuat, menambah wawasan dan pengetahuan keagamaan.
“Peringatan Isra dan Mikraj selain mendengarkan tausiyah juga merupakan ajang silaturrahmi bagi keluarga besar daerah Barru dan siar pengetahuan dalam rangka memperkuat, menambah wawasan dan pengetahuan keagamaan”terangnya
Ditempat yang sama, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Dr. H. Halim Muharram,M.Pd dalam sambutannya berpesan agar menjaga hubungan baik dalam kebersamaan
“Jaga hubungan baik diantara kita saling berbuat baik dalam kebersamaan, berfikir dan bertindak demi nama baik kelurga besar masyarakat Barru (KKDB)”terang H.Halim Muharram yang juga mantan Kepala LPMP Provinsi Sulawesi Selatan.
Disamping itu, Kabag Kesra Kota Makassar H.Mohamamad Syarief, S.IP, M.AP, menyampaikan bahwa pemerintah Kota Makassar dalam programnya terus memperhatikan guru mengaji muballigh, pemandi jenasah dan penghafal Alquran.
“Alhamdulillah tahun ini 2025 pemerintah Kota Makassar telah memberikan insentif maksimal bagi guru mengaji, Muballigh, Pemandi Jenazah, semoga kerja-kerja nyata ini memberikan dampak positif bagi masyarakat pada umumnya” ungkapnya
Selain itu Gurutta Prof. DR. H. Kamaruddin Hasan, M.Pd, Rektor Institut Tehnologi Bisnis dan Administrasi Al Gazali Barru dalam tauziyahnya memberikan pemahaman tentang prinsip berorganisasi dalam paguyuban
“Saya tertarik dengan kalimat bijak Bugis yang terpampang di spanduk sipakatau, siruntu-runtu, situlung-tulung, dalam prinsip bugis pilulu, atutu, leppu, dalam agama kita disebut Al Wara’ berhati hati, tidak ada orang yang sukses tanpa melalui perjuangan, semoga kebersamaan ini terus terpelihara” terang Prof.Dr.Kamaruddin Hasan yang juga merupakan Dosen tetap di UNM.
Peringatan Isra Mi’ra ditutup dengan doa oleh Ust H.Badaruddin Basir, S Ag ini.. **
Laporan : Takbir






















Comment