Dia juga menyebut bahwa kendati ada beberapa kendala teknis pelaksanaan haji tahun ini, tentu akan menjadi evaluasi internal untuk pelaksanaan tahun berikutnya.
“Kami melihat komitmen pemerintah, khususnya Menteri Agama, dalam memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik. Koordinasi lintas lembaga berjalan cukup baik, dan pemerintah juga cukup tanggap terhadap berbagai dinamika di lapangan,” tambahnya.
Sumarno mengingatkan publik agar tidak terlalu mudah menilai kinerja pemerintah saat ini karena proses pelaksanaan ibadah haji 2025 belum berakhir. Namun, kritik tentu sah dan perlu selama dilakukan secara konstruktif dan berimbang.
“Kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik. Namun narasi-narasi yang menyudutkan hanya karena adanya kendala teknis tentu tidak adil karena proses masih berjalan. Mari kita jaga objektivitas dan kedewasaan dalam menyikapi isu-isu strategis seperti penyelenggaraan ibadah haji,” pungkasnya.
Gerakan Pemuda Ansor, sebagai organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia, menyatakan akan terus mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat.
Termasuk juga dalam penyelenggaraan ibadah haji yang menjadi salah satu rukun Islam paling kompleks dalam pelaksanaannya.**(Takbir)






















Comment