
Dailymakassar.id – Makassar. Sudah 25 hari berlalu sejak Taman Pendidikan Alquran (TPA) Alimul Ilmi di Makassar ditutup secara paksa dan sepihak oleh pihak perusahaan.
Hingga kini, belum ada kejelasan atau solusi dari pihak berwenang, sementara para santri dan masyarakat sekitar terus menanti keadilan dan kepastian.
Penutupan TPA yang terletak di Jalan Deppasawi Kelurahan Maccini Sombala Kecamatan Tamalate ini dilakukan dengan cara memasang pagar beton dan menutup akses utama menuju tempat mengaji.
Padahal tempat tersebut telah bertahun-tahun menjadi pusat pendidikan Alquran (TPA) bagi anak-anak sekitar.
Ironisnya, tindakan ini dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan pemerintah setempat dengan cara premanisme dan lahan tempat berdiri tempat mengaji ini tidak dalam bersengketa dan terdaftar di pengadilan.
Kepala TPA Alimul Ilmu, Supriadi sangat kecewa dan terpukul karena dari pihak Tripika kecamatan sampai saat ini belum ada solusi yang diberikan.
“Kami sangat kecewa dan terpukul. Anak-anak kehilangan tempat belajar mengaji, dan sampai hari ini masih dibeton belum ada pihak berwenang yang membukanya baik dari Tripika kecamatan setempat, BPN dan Polrestabes. Padahal TPA ini dibangun dengan swadaya masyarakat di atas lahan memiliki SHM, serta terdaftar di aplikasi sentuh tanahku produk BPN itu sendiri,” ujar Supriadi Kepala TPA Alimul Ilmi.
TPA Alimul Ilmi bukan hanya sekadar tempat belajar membaca Alquran. Tetapi juga menjadi pusat pembinaan akhlak dan kegiatan keagamaan bagi generasi muda.






















Comment