Milad ke-11, IDMI Terus Menjadi Jembatan Kebaikan dan Cahaya Dakwah



“Kami berdakwah bukan karena angka dalam amplop. Tapi karena cinta kepada umat, kepada dakwah, dan kepada ajaran yang diwariskan para nabi, sahabat, ulama, dan guru kami,” sambungnya.

Dr. H. Muhammad Irham A Muin, S.Th.i., M. Th.i, selalu Ketua Umum IDMI dalam sambutannya mempertegas bahwa IDMI memilih untuk hadir di tempat-tempat yang hampir tak diperhatikan.

“Kami punya Masjid binaan yang jemaahnya seluruhnya penyandang disabilitas. Di tempat seperti inilah kader kami ditugaskan. Dakwah bukan hanya di kota besar, tapi juga di kampung-kampung,” ungkapnya.

Dia juga berharap dan mengajak pemerintah, aparat, dan tokoh masyarakat agar tidak ragu melibatkan IDMI.

“Jika ada Masjid yang sepi, tak terurus, atau nyaris ditinggalkan, cukup beri tahu kami. Para kader IDMI siap turun langsung untuk membina dan menghidupkan kembali,” harapnya.

Wali Kota Makassar yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik menyampaikan dukungan dan apresiasi atas peran IDMI.

“Generasi muda saat ini sudah sangat bersahabat dengan HP dan makin jauh dari persoalan pendidikan, agama, dan sosial. Maka saya sangat mengapresiasi IDMI yang tidak tinggal diam, tapi justru hadir di desa-desa dan perkampungan,” ucapnya.

Di tempat yanga sama, Kepala KUA Kecamatan Rappocini yang turut hadir juga memberikan imbauan kepada masyarakat

“Kami mengajak bapak-ibu yang sudah menikah tapi belum tercatat, atau belum memiliki buku nikah, agar segera melapor ke KUA. Ini penting demi perlindungan hukum dan administrasi keluarga,” ajaknya.

Sebagai bentuk nyata dakwah bilhal, IDMI juga menyalurkan puluhan paket beras kepada warga sekitar Masjid Kampung Amanah. Ini menjadi bagian penting dari kegiatan Milad, bahwa dakwah tidak berhenti di atas mimbar, tapi juga bergerak dalam bentuk aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa, Lc. MA, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, yang memberikan tausiyah keislaman serta mengapresiasi konsistensi dakwah IDMI yang moderat, inklusif, dan responsif terhadap dinamika sosial di Kota Makassar.

Turut hadir pula sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan setempat, di antaranya: Polrestabes Makassar, Polsek Rappocini, Perwakilan Koramil Rappocini, KUA Rappocini, Camat Rappocini dan OKP Kepemudaan Kota Makassar (GP Ansor Kota Makassar, PMII Kota Makassar dan Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar)

Kehadiran para tamu undangan menjadi bukti bahwa IDMI memiliki jejaring yang luas dan terus membangun kolaborasi lintas sektor untuk kemaslahatan umat.

Milad ke-11 IDMI bukan hanya sebuah selebrasi usia, melainkan pernyataan komitmen. Bahwa IDMI akan terus berdiri bersama umat, menyuarakan kebaikan dan hadir sebagai penguat nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat.

Dari Masjid kampung hingga panggung kebijakan, dari mimbar hingga ruang-ruang sosial, IDMI ingin terus menjadi jembatan kebaikan dan cahaya dakwah di tengah zaman yang terus berubah**(Takbir)

Comment