Di Sulawesi Selatan saja, hingga Juli 2024, Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp2,45 triliun. Ribuan pelaku UMKM di Makassar turut merasakan manfaatnya. Bukan sekadar akses modal, tetapi juga kesempatan untuk memahami literasi keuangan, agar usaha mereka tumbuh lebih kokoh.
Transformasi tak berhenti pada modal, Bank Mandiri mendorong digitalisasi lewat program Livin’ Pasar, yang menghadirkan pembayaran nontunai dengan QRIS Livin’ Merchant di pasar-pasar tradisional. Pedagang kini lebih transparan, efisien, dan dipercaya konsumen—langkah kecil yang membuka jalan besar menuju masa depan modern.
Lebih jauh lagi, bank yang berulang tahun setiap tanggal 2 Oktober itu, tidak hanya menatap pasar lokal. Melalui kolaborasi dengan Bea Cukai Makassar, program ICP for New Exporter 2025 diluncurkan. Inisiatif ini melatih UMKM agar siap menembus pasar ekspor, lengkap dengan dukungan pembiayaan dan asistensi keuangan. Dari lorong-lorong pasar, produk lokal dipersiapkan melanglang buana ke mancanegara.
Sebagai agen perubahan sosial, Bank Mandiri bergerak melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR). Program CSR Bank Mandiri sangat bervariasi dan berfokus pada pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM, pemberdayaan ekonomi desa, bantuan kemanusiaan, peduli bencana, hingga program penghijauan dan energi ramah lingkungan.
Dari lapak sederhana hingga menembus pasar global, dari desa terpencil hingga ruang digital, jejak harumnya terus mengalirkan daya. Ia bukan sekadar penjaga stabilitas ekonomi, bukan pula institusi keuangan yang hanya berdiam diri di menara gading. Bank Mandiri adalah penggerak, penyemai harapan, dan penyulut kemandirian. Dengan langkah tegap, komitmennya jelas: Sinergi Majukan Negeri!






















Comment