Fondasi Baru Pemerintahan Akar Rumput di Kota Makassar

Keterangan Foto: Suasana pemilihan Ketua RT 003 RW 011 Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar

SEJAK pagi tadi (Rabu, 3/12/2025), warga Makassar menyambut pemilihan Ketua RT serentak dengan antusias. Mereka datang ke TPS dengan wajah cerah, saling menyapa, dan berbagi cerita.

Suasana terasa begitu hangat dan akrab. Mereka tak hanya memilih pemimpin di wilayahnya. Tetapi juga momen untuk merayakan kebersamaan dan harapan baru.

Sebanyak 9.098 calon Ketua RT berkompetisi memperebutkan 5.027 kursi RT yang tersebar di 153 kelurahan dan 15 kecamatan di kota Daeng, julukan kota Makassar.

Pemilihan Ketua RT secara serentak merupakan langkah strategis untuk memperkuat demokrasi di tingkat paling dekat dengan warga.

Sekaligus menghadirkan pemimpin lingkungan yang lebih legitimasi karena terpilih langsung oleh warganya melalui mekanisme yang sama dan waktu yang seragam.

Dengan cara ini, warga merasa lebih memiliki peran dalam menentukan figur yang akan memimpin dan melayani mereka setiap hari.

Selain itu, penyamaan masa jabatan RT di seluruh wilayah memudahkan koordinasi dan penataan program pemerintah, sehingga berbagai kebijakan dapat dijalankan secara serempak dan terukur.

Dari sisi tata kelola, pemilihan serentak memperkuat akuntabilitas dan transparansi. Warga dapat menyaksikan langsung proses pemilihan yang terbuka dan jelas, sehingga kepercayaan terhadap pemimpin lingkungan semakin meningkat.

Di sisi lain, mekanisme yang sama di semua kelurahan membuka ruang kompetisi sehat bagi para calon, memunculkan figur-figur yang benar-benar siap bekerja dan membawa ide baru untuk lingkungannya.

Tidak kalah penting, pelaksanaan ini menghidupkan kembali interaksi sosial warga, menguatkan kohesi sosial dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.

Kota Makassar sedang menata masa depannya dari lorong-lorong, dan pemilihan RT serentak adalah nafas baru untuk demokrasi yang lebih hidup dan inklusif**(Redaksi)

Comment