
RUANG publik kembali bising seputar ijazah Pak Jokowi. Perdebatan terjadi di mana-mana. Tidak hanya diskusi di warung kopi, di tempat kerja, bahkan lebih seru terjadi di media sosial.
Era smart phone semakin canggih. Kabar bisa melesat lebih cepat dari klarifikasi. Banyak yang berbagi, sedikit memeriksa validitasnya.
Informasi yang diterima oleh publik kadang menjadi bias. Ada yang menuduh, membela, ada juga hanya mengikuti arus saja.
Padahal tanggung jawab kita semua, tidak hanya menyuarakan pendapat. Melainkan menjaga agar suara itu berpijak pada kebenaran.
Media sosial telah memberi ruang bagi semua orang untuk berbicara. Tapi tak semua yang mereka perdengarkan adalah fakta sesungguhnya.
Ironisnya, di tengah semangat mencari kebenaran, justru sering kehilangan ketenangan. Mempersoalkan keaslian dokumen, tetapi lupa memastikan niat.






















Comment