Dari Inisiatif Lurah Bongaya, Urban Farming Jadi Gerakan Warga Baji Gau Kota Makassar

Lahan yang dulunya terbaikan dan kumuh, kini tertata rapi, memberi kemungkinan baru bagi warga untuk menikmati hasilnya bersama.

Yang menarik, prosesnya berjalan cepat. Dalam hitungan hari saja, urban farming ini hampir rampung. Namun, kecepatan itu bukan karena kemudahan, tetapi karena kuatnya kolaborasi.

Warga terlibat langsung, pemerintah hadir memberi dukungan, dan kepemimpinan lokal menjadi penggerak yang nyata.

Bagi Lurah Andi Irmiyanti, inisiatif ini lebih dari sekadar proyek lingkungan. Hal tersebut merupakan contoh bagaimana kerja sama bisa menghadirkan manfaat konkret.

Harapannya sederhana, agar kebun kecil ini kelak tidak hanya memberi hasil panen, tetapi juga menginspirasi kawasan lain untuk melakukan hal serupa.

Di tengah kota yang terus tumbuh, kisah dari Kelurahan Bongaya, mengingatkan bila pembangunan tidak selalu harus besar dan megah.

Kadang, cukup dimulai dari satu sudut kecil, satu ide sederhana, dan sekelompok orang yang mau bergerak bersama.

Dari tanah yang dulu terabaikan, kini tumbuh tanaman yang kelak memberi manfaat dan mewujudkan kota resiliensi (kemandirian pangan lokal), hasil dari kerja sama apik antara warga dan pemerintah setempat.

Tidak sampai di situ saja, dari sana pula, berkembang sebuah keyakinan bahwa kota yang baik tidak hanya dibangun dengan struktur beton, juga dengan rasa empati dan  kepedulian tinggi**(RM)

Comment