Cegah Stunting dan Dorong Ekonomi Keluarga, Dosen Universitas Patompo Latih Ibu PKK Olah Labu Kuning dan Ubi Ungu Menjadi Cookies

Cegah Stunting dan Dorong Ekonomi Keluarga, Dosen Universitas Patompo Latih Ibu PKK Olah Labu Kuning dan Ubi Ungu Menjadi Cookies

Dailymakassar.id—Gowa. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Patompo secara resmi mengakhiri rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa,  Ahad (2/8/2026).

Program yang berlangsung sejak 23 April 2026 dilaksanakan dalam enam kali pertemuan, yang meliputi sosialisasi program, edukasi pencegahan stunting, praktik pengolahan labu kuning dan ubi ungu menjadi cookies sebagai makanan pendamping anak stunting, edukasi pemasaran produk, hingga evaluasi dan monitoring program sebagai penutup kegiatan.

Kegiatan ini iikuti oleh ibu-ibu PKK dan kader Posyandu Desa Bontotangnga dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah pangan lokal bergizi menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan anak sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai kandungan gizi labu kuning dan ubi ungu, teknik pengolahan cookies yang higienis, hingga praktik langsung membuat produk yang dapat dijadikan alternatif makanan pendamping ASI (MP-ASI).

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai strategi pemasaran produk, teknik pengemasan yang menarik, pentingnya perizinan usaha seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal, serta pemanfaatan media digital dan internet sebagai sarana pemasaran produk UMKM.

Ketua Tim PKM Universitas Patompo Sitti Marlina, menyampaikan bahwa pemanfaatan bahan pangan lokal merupakan salah satu upaya mendukung pencegahan stunting sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Labu kuning dan ubi ungu merupakan komoditas lokal yang kaya gizi dan mudah diperoleh masyarakat. Melalui pelatihan ini kami berharap ibu-ibu PKK tidak hanya mampu menyediakan makanan bergizi bagi anak, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan usaha rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK dan kader Posyandu aktif mengikuti setiap tahapan praktik, berdiskusi mengenai peluang usaha, serta berbagi pengalaman dalam mengolah pangan lokal di lingkungan masing-masing.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh Tim PKM Universitas Patompo.

Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program BIMA Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PMP) Tahun Anggaran 2026.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan lahir inovasi pangan lokal yang mampu mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa**

Comment