
POSO – Viral video seorang guru di SMAN 2 Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, menganiaya anak muridnya dengan tendangan dan pukulan. Video berdurasi 1 menit, 10 detik yang diunggah oleh rekan siswa yang dianiaya dengan jelas memperlihatkan bagaimana tindakan guru berperawakan tinggi besar berkaca mata melakukan penganiayaan terhadap dua orang siswa yang hendak masuk ke dalam ruang kelasnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Provinsi Sulteng SMA SMK SLB wilayah III Kabupaten Poso dan Touna Alwi Achmad Musa yang dikonfirmasi terkait dugaan penganiayaan oleh guru SMAN 2 Poso tersebut membenarkan adanya kejadian itu.
Menurutnya, setelah video penganiayaan itu viral di media sosial, pihak cabang dinas telah memerintahkan pengawas pembina SMA di Poso untuk melakukan pemanggilan dan sekaligus meminta keterangan terkait kejadian tersebut.
“Iya Pak, kami dari cabang dinas sudah memerintahkan Pengawas Pembina SMA Kabupaten Poso untuk memanggil guru dan kepseknya untuk dimintai keterangannya atas peristiwa tersebut. Selanjutnya hari Senin saya akan memeriksa yang bersangkutan di kantor Cabang Dinas Wilayah III Poso,”ungkap Alwi yang dihubungi melalui chat WhatsApp, Sabtu (15/10/2022), dilansir dari Kompas.
Alwi menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan pihak sekolah untuk mengetahui kapan kejadian tersebut dan bagaimana kronologisnya.
Diakuinya, pihaknya sedang melakukan tindak lanjut dengan mengundang guru dan orangtua siswa untuk dipertemukan dengan kepala sekolah.
“Kalau sudah ada perkembangan,nanti saya akan sampaikan kepada teman-teman pers. Sekarang ini kita masih melakukan upaya pertemuan dengan pihak orangtua,oknum guru dan Kepseknya,” tambah Alwi.
Berdasarkan informasi sementara tentang kronologi kejadian itu, katanya, guru yang diduga sebagai pelaku penganiayaan itu wali kelas dari murid tersebut, dengan inisial YP. Peristiwa penganiayaan pada Kamis (14/10/2022), katanya, berawal laporan mengenai lima murid ditengarai bolos mengikuti salah satu mata pelajaran di kelasnya.
Akan tetapi, dari lima siswa tersebut hanya tiga yang langsung kembali masuk kelas, sedangkan dua lainnya, yakni MG dan MT, baru kembali setelah beberapa saat kemudian. Guru inisial YP itu sudah menunggu di depan kelas, maka seketika langsung terjadi seperti yang ada dalam video yang sudah beredar.
Disdikbud Sulteng akan mempertemukan kedua belah pihak, antara YP diduga sebagai pelaku dan dua korban, yakni MT serta MG, Senin (17/10/2022).
Alwi menyampaikan pertemuan tersebut untuk meminta keterangan secara langsung dari kedua pihak, kemudian proses selanjutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Tergantung nanti seperti apa hasilnya dari orang tua siswa, yang jelas terhadap guru YP setelah itu akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dari dinas, jika sampai ditemukan adanya pelanggaran sesuai klasifikasi berat, sedang, atau ringan maka akan dikenakan sanksi,” pungkas Alwi. [ip]
Berikut videonya:






















Comment