
MAKASSAR, dailymakassar.id – Menanggapi sorotan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar yang menyebut Sulsel bagian timur harus menjadi perhatian karena distribusi barang dinilai mempengaruhi tingkat inflasi, Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis menyebut bahwa saat ini belum ada rencana investasi pelabuhan di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Enriany juga mengatakan pihaknya saat ini tengah berupaya mengoptimalkan pelabuhan yang ada.
“Kalau investasi pelabuhan di Sulsel belum ada rencana Pelindo, saat ini mengoptimalkan pelabuhan yang ada,” katanya, Rabu (20/9) dikutip dari Tribun-Timur.com.
Enriany menambahkan, Makassar New Port (MNP) tahap IB dan IC akan rampung dan operasikan pada tahun 2023 ini.
Sebagaimana diketahui, Makassar New Port kini berganti nama menjadi Terminal Petikemas New Makassar T2.
Enriany mengatakan, tepat 2 tahun Pelindo merger, pengembangan Terminal Petikemas New Makassar T2 atau MNP telah hampir rampung.
Saat ini progress pembangunannya telah mencapai 99,4 persen dan diharapkan bisa selesai akhir September 2023 ini,” katanya, dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.
Pengelolaan Terminal Petikemas New Makassar T2 (MNP) Tahap 1B dan 1C kini sudah diserahkan pada Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).
SPTP sendiri yakni anak usaha Pelindo yang memiliki fokus bisnis pada arus barang yang menggunakan kontainer.
Manager Pengelolaan Operasi T1 Terminal Petikemas New Makassar, Chaerur Rijal menambahkan, dengan selesainya pembangunan Terminal Petikemas New Makassar T2 (MNP) Tahap 1B dan 1C, kegiatan ekspor dan impor akan lebih difokuskan di MNP.
Sebab, peralatan yang dimiliki lebih siap untuk menangani ekspor impor peti kemas.
Oleh sebab itu, untuk bisa mengoptimalkan fungsi Terminal Petikemas New Makassar T2 (MNP), ke depannya Pelindo membutuhkan dukungan stakeholder terkait khususnya para pelaku usaha dan pemerintah daerah,” tambah Chaerur Rijal.
Sebelumnya, Pj Gubernur Bahtiar menilai selama ini distribusi barang hanya berfokus pada Sulsel bagian barat, sebab pelabuhan barang yang terkonsentrasi di Makassar dan Pare-Pare.
“Semua barang-barang terkonsentrasi di bagian barat, pelabuhannya kan cuma dua terbesar di Sulsel, pelabuhan pare-pare dan Makassar,” kata Bahtiar, Senin (18/9/2023) lalu.
Di pantai timur, sambungnya, tidak ada satupun pelabuhan barang yang ada hanya pelabuhan orang.
“Karena tidak adanya pelabuhan barang di bagian timur, ini berkontribusi terhadap distribusi barang”, katanya. (rj)






















Comment