Sinergi Aparat dan Pemkot Makassar Dalam Penanganan Covid-19 Diapresiasi Yusran Jusuf

PHOTO-2020-06-24-19-43-18
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, saat memberikan pengarahan prosedur pendisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan di Kota Makassar, Rabu (24/6/2020), bertempat di Aula Kodam XIV/Hasanuddin (foto: Ist.)

Dailymakassar.id – Makassar – Selama masa pandemi Covid-19 ini semua lapisan, mulai dari jajaran pemerintahan hingga TNI dan Polri turun tangan untuk memutus rantai penyebaran virus. Hal ini disampaikan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, saat memberikan pengarahan prosedur pendisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan di Kota Makassar, Rabu (24/6/2020), bertempat di Aula Kodam XIV/Hasanuddin.

Menurut Andi Sumangerukka, pihaknya siap untuk melakukan pengamanan dan pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di berbagai tempat.

“Personil akan ikut membantu pemerintah, dalam hal ini gugus tugas, dalam mengatur dan mengedukasi masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan ketika berada di luar rumah,” ucapnya.

Ia juga menegaskan beberapa hal, pertama, jika tak boleh terjadi lagi tragedi penjemputan jenasah yang positif covid-19 secara paksa. Kedua, tak ada lagi yang takut untuk melakukan rapid test. Karena semakin cepat diketahui kesembuhan pasien juga bisa mencapai 80 persen.

“Ini yang harus diimbau ke masyarakat. Karena itu dapat menimbulkan cluster baru. Sosialisasi massif harus rutin digaungkan ke setiap masyarakat. Ini namanya sinergitas,” jelasnya.

Andi Sumangerukka menjelaskan, kehadirannya bukan semata-mata untuk penegakan hukum. Namun melakukan pendekatan humanis dan persuasif agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus.

Sementara Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, yang turut menghadiri kegiatan ini beserta para camat dan lurah se-Kota Makassar menyampaikan terima kasih atas sinergitas dan dukungan yang baik dari aparat. Meskipun kata Yusran, virus Covid-19 belum bisa dikendalikan.

“Semoga sinergitas ini bisa membawa Kota Makassar menjadi kota yang bisa menerapkan New Normal. Kita masih terkendala, karena Ro kita masih di atas satu dan fluktuatif. Padahal kan salah satu syaratnya Ro harus di bawah nol selama dua minggu berturut-turut,” paparnya.

Yusran berharap juga kepada para camat dan lurah agar melakukan diskusi-diskusi rutin bersama RT/RW untuk mengetahui keluhan warga selama masa pandemi ini.

“Diskusi seperti ini kadang menghasilkan cara baru memutus rantai penyebaran covid. Ini disebut sinergitas secara merata. Kita harus lakukan secara rutin dan terstruktur,” pungkasnya. [Ib]

Comment