Hasrullah Sebut Calon Gubernur Sulsel Sebaiknya Tidak Anti Kritik

Hasrullah (Foto: Ist)

MAKASSAR — Pengamat komunikasi politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Hasrullah mengingatkan agar marwah demokrasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) harus tetap dijaga dan terus menjadi suluh penerang jelang Pemilihan Gubenur Sulsel pada November mendatang.

Dia memberi analogi seperti sirkulasi darah, apabila mengalir lancar maka metaboliisme tubuh menjadi sehat. Sebaliknya, bila disumbat maka dipastikan bakal membuat manusia jatuh sakit.

“Begitu pun dengan demokrasi, apabila ruang kritik publik dibuat terpasung maka itu alamat bakal matinya demokrasi,” ujar Hasrullah, Senin (29/72024).

Hal ini ungkap Hasrullah untuk memberi warning kepada para kandidat calon gubernur Sulsel agar jangan alergi dengan kritikan dari publik.

“Harus ada ruang publik yang bebas dari kungkungan dalam demokrasi. Seperti kata filsuf Jurgen Habermas, ruang publik dalam demokrasi adalah kritik yang mencerdaskan dan itu jangan coba-coba dikebiri,” imbuhnya.

Karena, lanjutnya, bila rakyat tak memiliki saluran pelepasan maka akan meledak keluar dalam bentuk yang tak bisa dibayangkan.

“Jangan jadi calon gubernur yang gagal paham komunikasi politik. Merasa diri paling tahu segala atau bungkam menghadapi kritik, jangan takut dengan opini yang disuarakan rakyat, jangan takut menghadapi jurnalis”, tegasnya.

Di samping itu, Hasrullah juga mengingatkan bahwa dalam demokrasi kedaulatan sepenuhnya ada di tangan rakyat. Mencederai hal itu sama dengan pengkhianatan paling memalukan pada demokrasi.

“Karena dalam demokrasi suara rakyat adalah suara Tuhan -vox populi vox dei. Bukan suara oligarki, bukan suara partai tapi suara Tuhan,” ujarnya. (dj/daily)