Sepak Terjang Panti Asuhan Kasih Ibu dalam Misi Kemanusiaan Konflik Timor Timur (Timor Leste)

Keterangan Foto: Hj. Nur Ainy Amin pemilik Panti Asuhan Kasih Ibu

Dailymakassar.id – Makassar. Nama Panti Asuhan Kasih Ibu yang telah menasional pada dekade 90-an, karena kiprah positifnya dalam upaya menyelesaikan masalah konflik dan kerusuhan Timor Timur.

Saat ini, Panti Asuhan Kasih Ibu terus beroperasi seperti biasanya. Meski kekurangan dana pasca lengsernya tokoh yang sangat peduli masalah sosial, mantan Presiden Soeharto.

Hj. Nur Ainy Amin sebagai pemilik panti menjadi saksi bagaimana Soeharto berusaha membantu anak-anak yang kehilangan orang tua, ibu-ibu janda, korban dan veteran operasi integritas Timor Timur.

Suatu saat di tahun 1990, beliau diundang ke Jakarta berbicara penjang lebar untuk mendengar visi kemanusiaan dan sosial dalam pembangunan panti asuhan.

Kegiatan awal panti sejak berdiri dari tahun 1983 adalah sebagai panti asuhan tempat bernaung untuk anak yatim di Makassar. Dengan adanya perkembangan dari rumah kecil hingga dibangun jadi dua gedung berlantai, satu berlantai empat serta satunya lagi berlantai tiga, panti ini sudah menangani kegiatan sosial yang berskala besar.

Seiring dengan kepercayaan pemerintah saat itu, panti asuhan Kasih Ibu akhirnya menampung pengungsi baik dari kerusuhan sosial seperti kerusuhan dan pembantaian Dili Timor Timur, maupun karena bencana sekitar Makassar hingga bencana nasional seperti gempa bumi dahsyat, tsunami Aceh dan Sumatera Utara tahun 2005.

Dari zaman dekade 90-an, aktivitas panti asuhan Kasih Ibu di bidang sosial tak ada duanya di Indonesia Bagian Timur yang didukung dengan fasilitas gedung yang mewah dan bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Selatan dalam menangani masalah pengungsi.

Rakyat Timor Leste pun patut berterima kasih kepada Panti Asuhan Kasih Ibu, karena telah menerima dan menampung pengungsi selama kerusuhan pasca referendum kemerdekaan.

Sampai sekarang mantan pengungsi masih terjalin komunikasi dengan panti melalui group WhatsApp khusus alumni pengungsi Timtim. Demikian akrabnya, banyak diantara mereka hadir saat pernikahan anak Hj Nur Ainy Amin di Makassar.

Sudah banyak kembali ke negera Timor Leste, namun banyak juga yang kerasan tinggal di Indonesia menjadi pengusaha maupun petani sukses di sekitar wilayah Mamuju.

Comment