Keluarga Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNHAS, Edukasi Pengelolaan Sampah dan Biopori di Pulau Samalona

Dailymakassar.id—Makassat. Kemasos FISIP Unhas melalui program Bina Desa telah melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep. Program ini berjudul “SIPAKALEBBI: Penguatan Kapasitas dan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Kesadaran Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Biopori di Pulau Salemo, Kec. Liukang Tupabbiring Utara, Kab. Pangkep” sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong peningkatan kesadaran lingkungan di wilayah kepulauan. Kegiatan ini melibatkan 34 Mahasiswa Kemasos FISIP Unhas yang berkolaborasi langsung dengan masyarakat setempat. Program ini dilaksanakan pada 24-28 April 2026 di Pulau Salemo.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan melalui metode biopori, serta mendorong peningkatan kesadaran lingkungan di Pulau Salemo. Melalui pendekatan partisipatif, program ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan sampah yang masih menjadi tantangan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pulau Salemo menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang memilih Pulau Salemo sebagai lokasi pengabdian. Ia menilai kehadiran mahasiswa membawa harapan baru bagi masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan yang ada.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan melaksanakan kegiatan bina desa di Pulau Salemo. Kami berharap apa yang diberikan dan diimplikasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi perhatian utama pemerintah desa. Meski sejumlah upaya telah dilakukan, keterbatasan operasional masih menjadi kendala dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
“Memang persoalan sampah di Salemo masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami. Upaya penanganan sudah dilakukan, tetapi masih terbatas dari sisi operasional. Karena itu, kami berharap ilmu dan inovasi dari adik-adik mahasiswa bisa menjadi solusi yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala Desa berharap program bina desa ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu momentum kegiatan saja.
“Semoga kegiatan ini membawa dampak dan dapat terus berlanjut di Pulau Salemo. Sebelumnya sudah ada beberapa kampus yang datang melakukan kegiatan, tetapi belum berlanjut. Kami berharap program ini bisa menjadi awal dari kolaborasi yang lebih panjang,” ungkapnya.
Dengan semangat #berdampak, bersama, Kemasos FISIP Unhas berharap kegiatan ini mampu menjadi kontribusi nyata dalam membangun kesadaran lingkungan dan memperkuat partisipasi masyarakat di Pulau Salemo.

Comment