
Dailymakassar.id—Makassar. Semangat memperkuat ekosistem seni dan budaya mewarnai diskusi buku Kamar Pertemuan Seniman yang berlangsung di Gedung De La Macca, jalan Borong Raya, Makassar, Kamis (09/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana sederhana namun khidmat itu dihadiri pengurus Dewan Kesenian Makassar (DKM), seniman, akademisi, sastrawan, serta pemerhati seni dan budaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Kesenian Makassar (DKM), Juniar Arge bersama sejumlah pengurus DKM yang baru dilantik Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada 27 Juni 2026 di Phinisi Point Mall (PIPO), Makassar.
Sebagai pemantik diskusi tersebut, Prof. Amran Razak tampil dan bertindak sebagai moderator adalah Rusdin Tompo.
Dalam sambutannya, Juniar Arge menegaskan bahwa komitmen kepengurusan baru DKM untuk memperkuat organisasi sebagai ruang lahirnya gagasan, kreativitas, dan karya-karya seni yang berkualitas.
“Kita harus menghadirkan kantong-kantong kecerdasan agar DKM tetap eksis menjaga ekosistem peradaban sehingga para seniman mampu menghasilkan karya-karya yang berkualitas. DKM akan kita garap bersama agar organisasi ini taat administrasi dan selalu terbuka terhadap ruang-ruang edukatif,” ujar Juniar.
Menurutnya, DKM tidak hanya berfungsi sebagai organisasi seni, tetapi juga sebagai rumah bersama bagi para pelaku budaya untuk berdialog, berkolaborasi, dan membangun tradisi intelektual yang berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Amran Razak mengingatkan pentingnya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan seperti DKM.
Menurutnya, semangat tersebut telah dirintis para pendiri DKM sejak 59 tahun silam melalui forum Kamar Pertemuan Seniman di Benteng Rotterdam, yang menjadi ruang independen bagi lahirnya berbagai gagasan dan ekspresi kebudayaan.
“Kolaborasi antara kampus dan lembaga seperti DKM perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan seniman di era modern, sebagaimana dicita-citakan para pendiri DKM sejak forum Kamar Pertemuan Seniman di Benteng Rotterdam,” katanya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dari peserta. Luna Vidia sebagai pelaku seni menilai pola kerja sama antarseniman harus terus dipelihara agar semangat berkarya tetap hidup dan melahirkan karya sastra yang kritis sekaligus konstruktif.
Selain bedah buku, acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh sejumlah penyair. Tokoh seniman senior Aspar Paturusi bersama istrinya turut mengikuti kegiatan melalui sambungan Zoom dan membacakan puisi secara bergantian.
“Saya hanya ingin membacakan puisi bersama mantan pacar saya,” ujar Aspar disambut tawa peserta.
Ia kemudian berharap kepengurusan baru DKM semakin intens melahirkan karya-karya seni yang berkualitas dan berkesinambungan.
Di penghujung diskusi, sejumlah seniman dan penggiat budaya berharap forum-forum intelektual seperti bedah buku dan diskusi seni terus digelar sebagai ruang memperkaya gagasan.
Termasuk juga mempererat solidaritas antarseniman, serta memperkuat peran DKM sebagai wadah pemersatu yang berintegritas dan bertanggung jawab dalam membangun peradaban seni dan budaya di Kota Makassar**(BO)


















Comment