BBIHP Makassar Gelar Business Matching Terkait Teknologi Walet dan Rumput Laut

Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Makassar melalui Inkubator Bisnis Teknologi (ist)

Pelaksanaan program inkubasi Ini merupakan implementasi konkrit tindak lanjut dan mengisi Nota Kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten dengan Balai Besar Industri Hasil Perkebunan yang di Tandatangani oleh Kepala BBIHP dengan Kepala Daerah masing-masing,

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Makassar melalui Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) BBIHP menggelar Business Matching bertajuk “Penguatan Teknologi Untuk Meningkatkan Hasil Budidaya Walet dan Rumput Laut” di Swiss-Belhotel International Jl. Boulevard Makassar, Kamis (21/10/2021).

Kegiatan tersebut memperkenalkan inovasi teknologi Rumah Cerdas Walet dan Alat USIRIKAN pengusir hama rumput laut. Sejumlah pengusaha, profesional, akademisi, Perbankan dan kepala dinas perdagangan dari beberapa daerah di Sulsel turut hadir dan berdiskusi dalam kegiatan tersebut.

Kepala BBIHP Makassar, Dr Setia Diarta MT, mengatakan Pelaksanaan Business Matching Tahun 2021 hari ini adalah yang ke 2 dilakukan setelah dilakukan di Kabupaten Sidrap bekerjasama dengan Pemda Kab. Sidrap dengan tema Penguatan Teknologi IKM Pakan Ternak. Kemudian pada tgl 26 Oktober 2021 nanti Bisnis Matching ke 3 dilaksanakan bekerjasama dengan Pemda Kab. Bantaeng yang mendorong hilirisasi produk potensi gula aren.

“Pelaksanaan program inkubasi Ini merupakan implementasi konkrit tindak lanjut dan mengisi Nota Kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten dengan Balai Besar Industri Hasil Perkebunan yang di Tandatangani oleh Kepala BBIHP dengan Kepala Daerah masing-masing,” ujar Setia.

Setia menjelaskan Inkubator Wirausaha di Indonesia mengacu pada dasar hukum Perpres Nomor 27 Tahun 2013 yang bertujuan untuk peningkatan nilai tambah pengelolaan potensi ekonomi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian disebut Inkubator Bisnis Teknologi adalah suatu lembaga intermediasi yang melakukan proses inkubasi terhadap Peserta Inkubasi (Tenant atau Klien Inkubator).

Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) BBIHP adalah inkubator bisnis yang berada dibawah Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian yang didirikan pada tahun 2014 diharapkan dapat mendorong lahirnya Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi melalui Program Startup Inovasi Indonesia (SII) yang dilaksanakan bekerjasama dengan Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi BRIN yang tahun ini menginkubasi 5 (lima) Tenant yaitu : Herbal Mixx, Usirikan, Rumah Cerdas Walet, Canningrara dan Miristika Sweat atau Gosari.

“Dampak yang dihasilkan dari program ini yang dilaksanakan oleh IBT BBIHP sejak tahun 2017 sampai sekarang adalah meningkatnya kinerja Tenant binaan yang dicirikan oleh meningkatnya produktivitas, volume usaha, nilai tambah, penciptaan lapangan kerja baru, potensi penghasilan pajak dan aktor penting dalam mengadopsi inovasi teknologi untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi (high value added products),” jelas Setia.

Berdasarkan kinerja pelaksanaan kegiatan Inkubator Bisnis Teknologi BBIHP dalam rangka Pengembangan Startup dan UMKM dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 ini ditemukan 3 aspek penting program ini harus dilaksanakan, yaitu, Hasil : bahwa Inkubator Bisnis yang dikelola secara profesional dan mendapat dukungan dari Pemerintah dan pihak terkait lainnya, terbukti mampu meningkatkan komersialisasi dari hasil invensi atau inovasi yang ditemukan, pengolahan bahan baku atau komoditi yang tersedia di setiap daerah sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi, terjadinya proses hilirisasi produk, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekspor dan substitusi impor dan membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

Nilai tambah: Inkubator Bisnis telah memberikan nilai tambah terhadap perekonomian melalui percepatan pengembangan Usaha Baru/Pemula dan membantu memaksimalkan pertumbuhannya dimana hal tersebut sulit dicapai tanpa bantuan inkubator.

Best practices : Praktek terbaik pelaksanaan Inkubator Bisnis sebagai media pembinaan Startup dan UMKM dapat menjadi acuan dalam mereplikasi Inkubator Bisnis tersebut ditempat lain yang belum memiliki.

Ketua IBT BBIHP, Muhammad Idham, menjelaskan, untuk layanan inkubator teknologi, Program yang dilakukan BBIHP tahun 2021 ini antara lain Program Inkubasi Bisnis dan Teknologi pada 20 IKM di 13 Kabupaten di Sulawesi Selatan dan Barat dan Program Startup Inovasi Indonesia (SII).

Kedua Program ini, kata Idham, memberikan fasilitasi Konsultansi Bisnis dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi IKM, serta fasilitasi legalitas badan hukum CV yang secara resmi telah diserahkan langsung oleh Kepala BBIHP.

“Program ini dilaksanakan dengan by desain mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga didiseminasikan kepada stakeholder terkait seperti Pemerintah Daerah, dunia bisnis dan perbankan sebagai user untuk peningkatan perekonomian di wilayah masing-masing,” kata Idham.

Adapun di acara tersebut hadir sebagai narasumber Dr Ir Mardiana E Fachri M.Si (Ketua Inkubator UPKB Unhas), Elfrianto ST (Sekretaris Umum Budidaya Walet Indonesia), Muh Ridha Jamal, S.Pi M.Si (Direktur CV Melzie Marine Mandiri / Alat Usirikan), dan Muh Rizky Eka Arlin (CEO Walet.Vip). Sesi diskusi itu dipandu Guru Besar Bidang Agrobisnis dan Agroindustri Pertanian, Prof Dr Ir H Zulkifli Sjamsir MM. (Tbr)

Comment