Ini Target Makassar Bebas Anak Jalanan dan Gepeng

Anak jalanan dan gepeng (ilustrasi)

Anak jalanan dan gelandangan pengemis masih menjadi permasalahan sosial sebuah kota besar. Bagaimana dengan kota Makassar?

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Operasi zero mulai pelan pelan menurunkan populasi anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng). Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP terus menyisir di titik aksi para anjal dan gepeng.

Sepuluh kecamatan yang telah disasar, mulai dari Ujung Pandang, Mariso, Mamajang, Makassar, Panakkukang, Tamalate, Rappocini, Bontoala, Tamalanrea, dan Biringkanaya.

Sebulan menjalankan program operasi zero, sudah 227 orang yang terjaring.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar, Iqbal Asnan mengatakan Desember anjal dan gepeng ditarget sudah zero (nol).

“Saya target ini (anjal gepeng) zero,” ucap Iqbal Asnan di kantor Balai Kota, Jumat (22/10/2021).

Iqbal menjelaskan operasi zero ini efektif untuk menuntaskan masalah anjal yang menjamur. Ide operasi zero ia tawarkan ke Dinas Sosial. Kecamatan Ujung Pandang jadi wilayah percontohan, setelah itu berpindah ke wilayah lainnya sampai mencakup 15 kecamatan.

Sejauh ini, Satpol PP menanggung sendiri anggaran penanganannya, mulai dari konsumsi petugas, bahan bakar kendaraan, hingga honor petugas.

“Kita serahkan ke Dinas Sosial, karena kita hanya bantu mereka menangani anjal,” tutur Iqbal.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Sosial yang baru, Mahyuddin mengatakan, akan tetap melanjutkan operasi zero tersebut.

Tahun ini, pihaknya akan mencoba mengusulkan anggaran yang lebih besar di APBD Pokok 2022. Mahyuddin mengaku, penganggaran operasi anjal hanya dilakukan lima kali sebulan.

Itu dianggap kurang berefek untuk menuntaskan anjal dan gepeng.

“Penertiban tetap dijalankan bekerjasama dengan Satpol, kita berharap tahun depan porsi anggarannya lebih besar,” tuturnya. (Ip)

Comment