Ayo ke Museum Nekara, Ada Jejak Peninggalan Sejarah Selayar, Belanda, Cina, dan Jepang

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Museum Nekara yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, awalnya digagas oleh Opu Aroepalla. Tanggal 2 Juni 1980 Museum Nekara resmi didirikan. Nama museum ini terinspirasi dari ikon budaya Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu Gong Nekara.

Awal pembentukan Museum Nekara, terdapat 796 koleksi yang terdiri dari koleksi prasejarah 18 buah, keramik 185 buah, gerabah 6 buah, sejarah 51 buah, foto 56 buah, dan perunggu 1 buah yang dikelola oleh kepala Museum.

Museum Nekara berbentuk rumah panggung dari kayu. Di dalamnya terdapat berbagai macam peninggalan sejarah. Mulai dari peninggalan Belanda hingga Cina. Seperti brangkas, koin dari Cina dan Belanda, keramik, miniatur rumah adat Selayar, baju adat Selayar yaitu Baju La’Bu, teks kuno Masjid tua Gantarang di Selayar, mata tombak perunggu, senjata api. Bahkan, katana atau pedang dari Jepang, bisa juga dilihat di museum ini.

Lokasinya dekat dengan lokasi objek sejarah Gong Nekara yaitu di Dusun Matalalang, kelurahan Bontobangun Kabupaten kepulauan Selayar.

Menurut Ibu Irma selaku staf dan bendahara Museum Nekara, kebanyakan peninggalan sejarah yang dipajang di sini merupakan hasil penggalian  bawah air di situs Sangkulu-kulu dan jumlah peninggalan sejarah di museum ini sekitar lima ribuan.

“Koleksi di sini ada lima ribuan, sebagian besar koleksi itu dari pegangkatan bawah air di situs Sangkulu-kulu,“ beber Ibu Irma.

Buat pembaca yang tertarik dengan sejarah, apalagi sejarah kabupaten Kepulauan Selayar, wajib datang ke sana. Masuk ke Museum tidak di pungut biaya alias gratis dan buka setiap hari Senin sampai Kamis, mulai pukul delapan pagi hingga empat sore. Kecuali pada hari Jumat tutup pada pukul lima sore**

Citizen Reporter: Andi Alfath Salsabillah (Mahasiswa Jurnalistik UINAM)

Comment