Indonesia Banjir Investasi dalam Kunjungan Jokowi ke Jepang

Indonesia Banjir Investasi dalam Kunjungan Jokowi ke Jepang (Foto: AP)

Dailymakassar.id – TOKYO. Toyota berencana untuk menginvestasikan Rp27,1 triliun ($ 1,80 miliar) di Indonesia dalam lima tahun ke depan untuk memproduksi kendaraan listrik, kementerian ekonomi Indonesia mengatakan pada Rabu (27/7).

Sementara itu, Mitsubishi Motors juga akan menggelontorkan Rp 11 trilliun untuk perluasan kapasitas produksi dalam rangka pembuatan mobil listrik, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Komitmen Toyota tersebut disampaikan oleh wakil presiden direktur Shigeru Hayakawa dalam pertemuan dengan Airlangga di Tokyo ditengah kunjungan kerja Presiden Joko “Jokowi” Widodo ke Negara Matahari Terbit itu pekan ini.

“Saya meyakini bahwa permintaan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua di Indonesia maupun di kawasan ASEAN ke depan akan terus meningkat,” kata Airlangga dalam pernyataan tertulis.

“Indonesia dapat dijadikan basis industri produksi kendaraan listrik untuk dipasarkan di kawasan ASEAN maupun di Indonesia sendiri,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, Toyota dapat berkontribusi menurunkan emisi serta impor bahan bakar fosil dengan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, menambahkan bahwa pihak Toyota akan menambah beberapa jenis kendaraan hibrid listrik dalam 4 tahun ke depan.

“Kami berharap dengan tambahan investasi ini, pemerintah Indonesia memahami keseriusan kami untuk berinvestasi di EV [electric vehicles],” kata Hayakawa dalam pernyataannya seperti dikutip Kementerian Koordinator Perekonomi Indonesia.

Indonesia telah mencanangkan program untuk menjadi pusat produksi dan ekspor EV melalui pemrosesan pasokan bijih nikel lateritnya yang kaya untuk digunakan dalam baterai litium.

Indonesia telah menargetkan 13 juta sepeda motor dan 2,2 juta mobil listrik di jalan raya pada tahun 2030.

Sejumlah perusahaan global lainnya telah mengumumkan investasi besar di bidang ini termasuk Hyundai Motor Group dan LG Energy Solutions dari Korea Selatan. September tahun lalu Presiden Jokowi meresmikan pembangunan pabrik baterai mobil listrik yang merupakan realisasi investasi dari Korea Selatan senilai Rp15,6 triliun di Karawang, Jawa Barat.

Mitsubishi juga tanam modal

Selain Toyota, perusahaan otomotif Jepang lainnya, Mitsubishi Motors, juga berencana untuk berinvestasi sekitar $665 juta di Indonesia dalam tiga tahun ke depan untuk memperluas operasi manufakturnya, ungkap Airlangga.

CEO Mitsubishi Takao Kato mengatakan perusahaannya berencana memproduksi kendaraan hibrid dan listrik di Indonesia dengan pabrik baru yang diharapkan akan dibangun di salah satu kawasan industri di sebelah timur ibu kota Jakarta.

Dia menambahkan Mitsubishi juga berencana untuk meningkatkan lebih dari dua kali lipat kapasitas produksi ekspor menjadi 98.000 kendaraan pada tahun 2024 dari 42.000 unit saat ini.

Airlangga bertemu dengan eksekutif Mitsubishi untuk membahas potensi insentif fiskal untuk investasi dan ekspor.

“Tarif pajak Indonesia sebenarnya kompetitif dibandingkan dengan negara lain seperti Thailand. Namun, ada pajak daerah yang berbeda yang membuat pajak di Indonesia terkesan lebih tinggi. Ini yang sedang kita kaji di pemerintah pusat,” kata dia.

BACA JUGA  Di Polewali Mandar, Prodi Manajemen FEB UNM Gelar Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu

Strategi jitu gaet kelas menengah Indonesia

Ekonom Universitas Padjadjaran Yayan Satyaki mengatakan strategi perusahaan otomotif Jepang tersebut untuk menambah investasi di Indonesia sangat rasional dan menjaga momentum untuk merespons transisi konsumsi energi dan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

“Kita ketahui kelompok berpenghasilan menengah yang sekarang dengan jenjang pendidikan dan literasi lingkungan yang lebih baik perlahan tertarik untuk mengonversi transportasinya ke energi listrik,” kata Yayan kepada BenarNews.

Hal ini juga didukung oleh infrastruktur PLN yang sudah mulai menawarkan program pengisian baterai di rumah bagi konsumen dengan kendaraan listrik, ditambah harga BBM yang semakin mahal, ujarnya.

Pertemuan Jokowi dan PM Kishida 

Jokowi dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi dan keamanan maritim dalam pertemuan di Tokyo, Rabu.

“Pertama tama dalam rangka mengukuhkan perdamaian dan keamanan di kawasan laut yang mengelilingi Indonesia saya telah menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa Jepang akan mendukung lebih lanjut peningkatan kemampuan keamanan maritim,” katanya.

Dalam bidang investasi, Jokowi menyambut baik sejumlah investasi baru Jepang di Indonesia, dan menghargai proyek-proyek yang diselesaikan tepat waktu dan juga mengundang investasi baru Jepang lainnya di berbagai bidang.

Proyek strategis akan dipercepat penyelesaiannya antara lain MRT Jakarta fase utara-selatan dan fase timur-barat, Kawasan Industri Papua Barat, perluasan Pelabuhan Patimban, kata Jokowi.

Jokowi juga mendorong dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi baru Jepang untuk mendukung proyek strategis Indonesia, terutama untuk hilirisasi komoditas alam, pengembangan mobil dan motor listrik, serta sektor kesehatan dan pangan.

“Secara khusus saya mengajak Jepang untuk mendukung percepatan pencapaian Target Emisi Nol Indonesia melalui advokasi teknologi inovatif seperti teknologi hydrogen dan amonia,” jelas Presiden.

Pada akhir keterangannya terkait isu regional dan global, Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan atas dukungan Jepang terhadap Presidensi Indonesia di G20 dan mengundang Kishida untuk hadir di KTT G20 di Bali bulan November.

“Untuk Kawasan Indo-Pasifik, tahun depan Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN dan Jepang menjadi Ketua G7. Kami akan terus berkoordinasi dalam merumuskan agenda prioritas keketuaan agar lebih memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan kesejahteraan di kawasan dan dunia,” kata Jokowi.

Sementara itu, Kishida dalam keterangannya menyampaikan, Indonesia merupakan mitra strategis Jepang.

“Kami akan menjadikan kunjungan Presiden Joko Widodo hari ini sebagai monentum untuk mempererat hubungan dengan Indonesia, mengingat kita akan memperingati 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara,” ucap PM Kishida.

Kunjungan Jokowi di Jepang adalah bagian lawatannya di tiga negara Asia Timur. Sebelum pertemuan di Tokyo, Jokowi telah melawat ke Beijing, dan setelah Tokyo, Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Seoul untuk bertemu Presiden Korea Selatan pada Kamis (28/7). [sumber: benarnews]

Comment