Hasto Blak-blakan Minta SYL Diganti, Namun Hasil Survei Tunjukkan Kinerja Mentan Terbaik Keempat

Dipublikasikan December 30, 2022 9:38 PM oleh Admin

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

JAKARTA – Kabar reshuffle kabinet yang kembali bergulir, diprediksi akan menyasar beberapa menteri dari Partai NasDem. Salah satunya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL).

Bahkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan menteri yang paling layak diganti ialah Mentan SYL.

“Beberapa tahun terakhir terjadi inflasi pangan secara terus-menerus,” ujar Hasto dalam jumpa pers Refleksi Akhir Tahun 2022 PDIP yang dilaksanakan secara daring, Jumat (30/12/2022).

Hasto menambahkan Presiden Jokowi telah menciptakan landasan kemajuan yang luar biasa. Pembangunan yang semula Jawa sentris, diubah menjadi Indonesia sentris pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Para menteri seharusnya dalam napas yang sama,” kata Hasto.

Hasto pun menyinggung pernyataan Ketua DPP PDIP Djarot S Hidayat tentang Mentan Syahrul Yasin Limpo layak dievaluasi.

Ia menegaskan pernyataan Djarot merupakan sikap resmi partai. Menurutnya, penilaian Djarot tersebut didasarkan pada hal fundamental untuk mengatasi ancaman krisis pangan.

“Itu paling elementer,” ucap Hasto.

Bicara soal kinerja Mentan SYL, hasil survei dari Institut riset dan konsultan sosial, ekonomi dan politik nasional, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) justru menempatkan SYL sebagai salah satu menteri terbaik di Kabinet Indonesia Maju.

Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa mengatakan ada beberapa Menteri yang dianggap oleh masyarakat telah bekerja dengan optimal selama ini.

Berikut hasil survei CISA:

1. Menteri PUPR Basuki Hadimulyono 19,59 %.

2. Mensos Tri Rismaharini 17,46 %

3. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 14,67 %.

4. Mentan Syahrul Yasin Limpo 10,74 %.

5. Menhan Prabowo Subianto 10,08 %.

6. Mendikbudristek Nadiem 9,59 %.

7. Menteri BUMN Erick Thorir 8,11 %.

8. Menko Polhukam Mahfud MD 2,21% .

9. Menkumham Yasonna H Laoly 1,23 %

10. Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar 1,07 %

Menurut Herry, hanya 2,87 persen yang memilih nama lain, serta 2,87 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu.

Lebih lanjut Herry juga menyampaikan ada beberapa lembaga negara pun yang tak luput dari penilaian publik salah satunya Kementerian PUPR yang dianggap paling optimal dalam kinerjanya dengan mendapatkan 20,08 persen.

“Lalu disusul Kemensos 18,93 persen, Kemenko Perekonomian 15,49 persen, Kementan 12,70 persen, Kemenhan 11,56 persen, Kemendikbudristek 7,46 persen, Kementerian BUMN 5,49 persen, Kemenko Polhukam 4,51 persen, Kemenkumham 0,90 persen, Kemendes PDTT 0,74 persen, kata Herry.

Sedangkan yang memilih lembaga lain sebesar 1,23 persen, dan yang tidak menjawab atau tidak tahu 0,90 persen.

Sebagai informasi, survei CISA itu bertajuk ‘Refleksi Kondisi Sosial, Ekonomi, dan Politik Menjelang Pemilu 2024’ dilakukan dari 18-26 Desember 2022.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling (MRS), wawancara langsung terhadap 1220 responden dari 38 persen di Indonesia.

Adapun Margin of Error (MoE) 2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen selama proses survei berlangsung. [ip]

Comment