Warga Resah Gegara “Byar-Pet” Listrik PLN di Sulsel, Ini Rekam Jejak GM PLN UID Sulselrabar yang PHK 5500 Pekerja Lokal Sulsel

warga Pangkep memperlihatkan ikan Koi kesayangannya yang mati

MAKASSAR, dailymakassar.id – Viral video kejadian sedih seorang warga Pangkep, Sulsel sambil memperlihatkan ikan Koi kesayangannya mati akibat listrik padam.

Diketahui, sejak beberapa hari ini, listrik padam berjam-jam disekitar Sulawesi bagian Selatan.

Muh Ilham, warga Kampung Salebbo, Kelurahan Sapanang, Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan, mengalami listrik padam selama 5 jam di rumahnya. Akibatnya, alat untuk menyuplai oksigen ke ikan tak bisa beroperasi.

Adapun Ilham selama ini memelihara 18 ekor ikan koi yang sudah besar-besar dengan panjang sekitar 40-50 sentimeter. Hari ini, 16 ekor ikan langsung mati.

“Akibat mati lampu, 16 ikan di rumah mati,” kata Ilham , Sabtu (7/9/2023).

Tak Ada Pemberitahuan

Sementara itu di Kota Makassar, sudah beberapa hari berturut-turut warga resah karena terjadinya pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN sejak Selasa (5/9/2023) hingga Sabtu (9/9/2023) hari ini.

Ironisnya, menurut warga pemadaman tersebut tanpa disertai sosialisasi atau pemberitahuan secara resmi oleh PT PLN (Perseo) Area Makassar.

”Sudah empat hari ada terus pemadaman listrik sampai 4 -5 jam. Akibatnya, usaha kami merugi karena mengandalkan listrik. Yang herannya lagi, tidak pernah ada pemberitahuan dari PLN sebelumnya terkait pemadaman ini. Bahkan sampai hari ini (kemarin-red),” kata Raodah, warga Tidung, Kecamatan Panakkukang, Jumat (8/9/2023).

Sementara itu ibu Ani, warga Karuwisi berharap adanya kepedulian dan perhatian dari Pemerintah dan DPRD.

“Masa langsung langsung saja kasih padam lampu tidak ada beritanya didengar. Arogan sekali ini PLN. Permasalahan ini harus menjadi perhatian pemerintah dan DPRD, agar sama-sama mengawasi kinerja PLN. Jangan lagi masyarakat dirugikan dengan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan,” harapnya.

Tanggapan GM PLN

PLN wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) pun angkat suara terkait penyebabnya.

“Ini diakibatkan debit air yang kurang maksimal pada beberapa PLTA. Sehingga mengakibatkan pola pengoperasian pembangkit terbatas,” ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar Moch Andy Adchaminoerdin, Jumat (8/9/2023), dilansir dari detikSulsel.

Andy mengatakan, PLN terus berupaya mempercepat pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Rekam Jejak GM PLN Sulselrabar

Di sisi lain, GM PLN UID Sulselrabar, Moch Andy Adchaminoerdin diketahui 2 bulan setelah menjabat GM langsung mengambil kebijakan mem- PHK 5500 pekerja alih daya (outsorching) PLN per- Januari 2023 lalu. PHK ini menurut pihak PLN adalah “Kontrak Tidak Diperpanjang”.

Menyedihkannya, 5500 pekerja yang di PHK ini sudah mengabdi puluhan tahun di PLN dan tiba tiba diberhentikan oleh Moch Andy Adchaminoerdin, “tanpa pemberitahuan” sesuai UU tenaga kerja minimal 14 hari kerja sebelum pemberhentian.

Hingga saat ini menurut informasi, sejak Januari 2023 hingga saat ini (September 2023), yang mengerjakan tugas tugas admin yang di PHK massal dalam hal pengurusan berkas dilimpahkan kepada karyawan tetap PLN yang bervariasi dari tamatan strata 1 hingga SMA (bukan pekerja lokal dan baru lulus sekolah 2- 3 tahun). Meskipun level pekerjaan itu bukan level Karyawan tetap PLN tapi merupakan “pekerjaan penunjang” buat core bisnis PLN sendiri. (ip)

Comment